JAKARTA – Public Relations Visinema Pictures, Ogi Wicaksana menyesalkan sikap Yusri Fajar, yang menuding film Surat dari Praha adalah sebuah karya plagiat. Terlebih, kata Ogi, tuduhan tersebut disampaikan sebelum film tayang di seluruh bioskop Indonesia. Sehingga merugikan pihaknya.

“Kami sangat menyayangkan bahwa tuduhan plagiasi tersebut dilontarkan dan dipublikasikan sebelum film kami dirilis di bioskop, sehingga belum bisa diakses oleh masyarakat,” ujar Ogi saat menggelar jumpa pers di Jakarta, Senin (1/2).

Dijelaskan Ogi bahwa Surat dari Praha adalah film yang memiliki legal standing, yang sesuai dengan perundang-undangan Hak Cipta Republik Indonesia. “Kami memiliki sertifikat hak cipta yang dikeluarkan oleh Ditjen HKI Kemenkumham dan telah mendaftarkan paten atas judul Surat dari Praha di kelas 41 terkait dengan Film Bioskop, kelas 9 terkait dengan Cakram Digital dan kelas 16 terkait dengan Poster,” papar Ogi.

Sementara terkait kesamaan tema yang dituduhkan oleh Yusri, Ogi menjelaskan bahwa tema mengenai para eksil politik 1965 di Praha dan tempat lainnya adalah fakta sejarah, sehingga tidak bisa diklaim secara sepihak.

Berdasarkan UU Hak Cipta Pasal 41 Ayat (2) Ide, Temuan, Data bukan merupakan objek hak cipta. Siapapun, sambung Ogi berhak menceritakan peristiwa yang terkait dengan sejarah, baik secara fiksi maupun non fiksi.

Sedangkan, terkait kesamaan poster seperti yang dituduhkan oleh Yusri dinilai Ogi sama sekali tidak mendasar. Di mana poster yang ditunjukkan saat jumpa pers bergambar Charles Bridge, yang memang merupakan ikon Kota Praha. Sama seperti menara eifel di Paris, Big Ben di London, Liberty di New York dan Monas di Jakarta.

“Tuduhan ini, secara nyata telah merugikan nama baik kami, karena pemberitaan secara sepihak yang menggiring opini publik untuk menghakimi kami tanpa legal standing yang kuat,” tandas Ogi. (chi/jpnn)