Dituduh Selingkuh, Arsid Lapor Polisi

Calon Walikota Tangsel nomor urut 1, Arsid (kanan) bersama Kuasa Hukum Endang Herdian menggelar konferensi pers terkait beredarnya kampanye hitam, Sabtu (7/11/2015). (Foto: Hendra Saputra)

PAMULANG – Calon Walikota Tangsel nomor urut 1, Arsid sedang marah bercampur kecewa. Bersama tim pemenangan dan kuasa hukumnya, Sabtu (7/11/2015) lalu, dia mendatangi Mapolres Tangsel. Arsid melaporkan dugaan kampanye hitam yang ditujukan kepadanya. Arsid diisukan berselingkuh dengan seorang wanita berinisial A saat dirinya masih menjabat sebagai Camat Serpong 2005 silam.

“Hari ini (7/11/2015), Saya melaporkan kampanye hitam ini ke Mapolres Tangsel,” kata Arsid saat menggelar konferensi pers di kediaman pribadinya, Jalan Raya Pamulang Permai, Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Sabtu (7/11/2015) lalu.

Disebutkan Arsid, isu tersebut dibroadcast melalui BlackBerry Messenger (BBM) sejak hampir satu pekan lalu dari seseorang bernama Kurniadi Ronny Wijayadi yang mengatasnamakan LSM Aliansi Pemuda Peduli Sosial.

Broadcast ini, lanjutnya, pertama kali diterima sejumlah tim pemenangannya. Namun, lama kelamaan pesan berantai tersebut menyebar makin luas lagi dan dilakukan secara masif. “Pada awalnya saya tidak mau menanggapinya (kampanye hitam-red). Tapi lama kelamaan broadcast BBM itu semakin masif dan tidak bisa dibiarkan, makanya saya mengambil langkah hukum,” ujarnya.

Menurut Arsid apa yang dituduhkan dalam pesan berantai tersebut tidak benar. Sebab, wanita yang disebut-sebut menjadi selingkuhannya itu merupakan adik sepupunya sendiri. “Wanita yang disebutkan itu adalah adik sepupu saya. Jadi Bapak Saya itu kakak kandung dari Bapaknya si wanita yang disebutkan dalam broadcast BBM tersebut,” tambahnya.

Ketua Tim Pemenangan Arsid-Elvier ASP, Rully Novidi Amrullah mengatakan, isu yang dihembuskan ini bukanlah yang pertama kali. Pada Pilkada Tangsel 2010 lalu, Arsid pernah diserang kampanye hitam dengan isu yang sama. Kala itu, kata dia, ia berpasangan dengan Andre Taulany maju dalam Pilkada pertama di Tangsel itu. “Itu isu pernah dihembusin di (pilkada-red) 2010. Tapi nggak ditanggapin sama Pak Arsid, karena itu cuma fitnah dan memang nggak ada buktinya juga. Kami menyesalkan cara-cara primitif seperti itu, karena jelas mencederai proses demokrasi di pilkada ini,” beber Rully.

Rully menyebutkan, LSM penyebar kampanye hitam tersebut direncanakan akan menggelar aksi demontrasi untuk menolak pencalonan Arsid dalam Pilkada 9 Desember mendatang. “Saya pikir lawan politik sudah kehabisan akal untuk mencari kelemahan Arsid-Elvier yang popularitasnya semakin tinggi. Ini yang membuat mereka panik, dan akhirnya menghembuskan isu murahan ini,” tandasnya.

Sementara itu, kuasa hukum Arsid, Endang Hardian mengatakan, penyebab Arsid tak bisa diam dalam kasus ini karena telah melampaui koridor hukum aturan pilkada. “Ini bukan sekedar black campaign, tapi sudah ke arah fitnah dan masuk dalam pelanggaran Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE (informasi transaksi elektronik-red),” tandasnya.

Sementara Kapolres Tangsel AKBP Ayi Supardan membenarkan adanya laporan tersebut. “Hanya sebatas pembuatan laporan saja dan sudah kami terima. Nanti akan dilanjutkan dengan meminta keterangan pelapor dan para saksi,” kata AKBP Ayi.

Meski begitu, Ayi mengaku pihaknya belum mengambil langkah lebih jauh terkait kapan akan dilakukan pemanggilan dan memintai keterangan pelapor dan saksi-saksi. Sebab, ada kesibukan pelapor yang tak bisa ditinggalkan. Namun, ia mengaku tengah menyelidiki keberadaan terlapor. Apakah nama dan organisasi yang dilaporkan tersebut asli atau fiktif. “Itu kan disebar di media sosial ya, jadi masih kami selidiki, apakah identitas tersebut asli atau palsu,” pungkasnya. (RB/mg-24/asp)