Sejumlah truk PT AWN yang tidak beroperasi.

CILEGON – Puluhan sopir truk PT Aditya Wahana Nusa (AWN) mogok kerja, Jumat (8/1/2015). Aksi itu sebagai bentuk protes mereka lantaran perusahaan terminal aspal curah itu dituding telah mengabaikan kewajibannya yang memberi upah sopir tidak sesuai dengan Upah Minimum Kota (UMK) yang berlaku.

Ketua Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (SPKEP) Kota Cilegon Rudi Sahrudin mengatakan, selain UMK para buruh di bawah standar, para pegawai pun belum didaftarkan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan (BPJS). “Tidak hanya itu, para tenaga kerja pun tidak terdaftar di Disnaker (Dinas Tenaga Kerja), kemudian pihak perusahaan telah melakukan PHK secara sepihak. Kami sudah melaporkan hal itu ke Disnaker Cilegon,” ujar Rudi Sahrudin.
Pantauan Radar Banten di kantor PT AWN yang terletak di dalam kawasan PT Pelindo II Ciwandan, Kota Cilegon, akibat aksi mogok itu puluh truk tidak beroperasi. Kepala Terminal PT AWN Amru Abbas yang dikonfirmasi membenarkan adanya aksi mogok kerja tersebut. “Sistem (pengupahan) kami kan di sini beda, ada biaya perongkosan. Kalu mobil jalan, akan ada perongkosan. Nah di situ komponennya sudah ada semua, termasuk honor sopir,” katanya.
Disinggung terkait dengan adanya akomodasi serikat dalam aksi mogok itu dirinyapun segera membantahnya. Ia beralasan, pihaknya selama ini tidak mengetahui keberadaan serikat di kantornya. “Di sini tidak ada serikatnya, kami tidak mengetahui, karena didirikan tanpa koordinasi dengan perusahaan,” tandasnya. (Devi Krisna)