Diwarnai Aksi Walk Out, Rekapitulasi Di Kota Tangerang Berakhir Dengan Keunggulan WH-Andika

0
409 views
Ilustrasi

SERANG – Diwarnai aksi walk out atau menyatakan keluar dari forum oleh tim dari Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Banten Rano Karno dan Embay Mulya Syarief, rekapitulasi manual hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang diakhiri dengan hasil kemenangan untu Paslon Wahidin Halim dan Andika Hazrumy.

Berdasarkan data yang dihimpun Radar Banten Online dari KPU Provinsi Banten, Paslon WH-Andika unggul dengan suara 508.935 atau 66.85 persen dari total suara. Sedangkan pesaingya, Rano-Embay hanya memperoleh suara 252.393 atau 33.15 persen dari total suara yang berjumlah 761.330.

Ketua KPU Provinsi Banten Agus Supriyatna menjelaskan, hari ini ada enam kabupaten kota yang melakukan penghitungan atau rekapitulasi manual dimana salah satunya adalah Kota Tangerang. Dua daerah yang melakukan rekapitulasi manual lebih awal yaitu Kota Cilegon dan Kabupaten Pandeglang yang keduanya dimenangkan oleh Paslon Rano-Embay.

“Malam ini insya Allah semuanya selesai,” ujar Agus saat dikonfirmasi melalui Whats App, Kamis (23/2).

Masih menurut Agus, untuk proses rekapitulasi manual, seluruh KPU Kabupaten Kota diberikan tenggat waktu hingga 24 Februari mendatang, namun, pada hari ini seluruh daerah melakukan rekapitulasi tersebut. “Setelah itu nanti berlanjut prosesnya di KPU Banten,” ujarnya.

Sebelumnya, saksi Paslon Cagub Cawagub nomor urut dua menyatakan keluar atau walk out dari rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara di KPUD Kota Tangerang.

“Kami keberatan dengan selisih suara di Kecamatan Batuceper, Cibodas, dan Benda yang melebihi jumlah DPT ditambah 2,5 persen. Kenaikannya hampir ribuan dari tiap kecamatan dilihat dari penggunaan DPTB, berupa Surat Keterangan (SK) maupun KTP,” ujar Kuasa Hukum Tim Pemenangan Rano-Embay, Siera Prayuna.

Menurutnya, kehadirannya di rapat pleno itu tidak berguna, lantaran KPUD tidak melakukan perbaikan data, meskipun sudah mengakui adanya kelebihan data.

“Surat suara akan berpengaruh terhadap perolehan suara. Ini sangat substansial sekali. Kami tidak akan menandatangani berita acara dan hasil rekap tiap PPK. Kami akan mengajukan keberatan di form B2,” katanya. (Bayu)