DKP Pandeglang Gagas Program Pengolahan Pangan

ilustrasi (Foto: Istimewa)

PANDEGLANG – Pemkab Pandeglang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Pandeglang tahun ini menggagas program pengolahan hasil pangan. Kegiatan itu sengaja dilakukan dalam rangka meningkatkan perekonomian para petani di Pandeglang.

Kepala DKP Kabupaten Pandeglang Mohamad Amri mengatakan, program yang baru berjalan tahun 2019 ini bertujuan untuk memudahkan para petani dalam menjual hasil pangan mereka. “Kita ada program PKU (program korporasi usaha) tani, artinya programnya dari hulu sampai hilir. Misalnya menanam cabe hilirnya tidak cabe, tapi bisa abon cabe atau tepung cabe. Ubi juga tidak ubi yang dijual, tetapi hasil olahannya,” katanya kepada Radar Banten, Selasa (10/9).

Amri menerangkan, pengelolaan hasil pertanian itu dimulai dari kelompok tani (poktan) kemudian diserahkan kepada gabungan kelompok tani (gapoktan) selaku pihak yang mengolah hasil pertanian seperti cabai, umbi-umbian, dan lain sebagainya. “Poktan hulunya, gapoktan hilirnya dan diolahnya di gapoktan. Alat untuk mengelola hasil pangan sudah ada, tinggal bagaimana kesiapan para petaninya saja,” katanya.

Amri mengatakan, hasil olahan tersebut nantinya akan dijual atau didagangkan di industri rumahan yang ada di wilayah Kabupaten Pandeglang. “Pemasarannya dianjurkan ke industri atau warung sekitar. Tetapi karena namanya usaha tani, kenapa tidak kita juga jual cabenya saja bukan olahannya? Selama itu menguntungkan tidak harus hasil olahan yang dijual, sebelum diolah juga bisa dijual selama harganya menguntungkan petani,” katanya.

Amri meyakinkan, perekonomian para petani bisa terus meningkat, apabila program tersebut berjalan dengan baik. Oleh karena itu, dia meminta kepada semua pihak agar bisa bekerja sama agar program pemberdayaan para petani bisa berjalan lancar.

“Sekarang tinggal bagaimana komitmen kita saja. Selama kita komitmen, saya yakin perekonomian para petani akan terus membaik dan kesejahteraan para petani juga terus meningkat,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Pandeglang Anton Haerul Samsi mendukung program tersebut, karena bisa mendatangkan manfaat bagi para petani.

“Selama kegiatan itu baik, tentunya kita akan terus mendukung karena yang paling penting adalah bagaimana caranya agar para petani ini tidak lagi kesulitan menjual hasil pertanian, kemudian kalaupun bisa dijual harganya tidak rendah,” katanya. (dib/zis)