DKPP Cilegon Ajak Warga Satu Hari Makan Tanpa Nasi

0
55
Sosialisasi One Day No Rice yang digelar DKPP Cilegon di SMKN 3 Cilegon, Kamis (30/11).

CILEGON – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon mengajak masyarakat untuk memulai satu hari makan tanpa nasi. Bukan berarti hanya makan lauk-pauk , nasi tersebut harus digantikan dengan umbi-umbian atau sayur mayur. Seperti singkong atau jagung.

Kepala DKPP Kota Cilegon Wawan Hermawan mengatakan, one day no rice merupakan suatu program pemerintah yang wajib dicanangkan oleh pemerintah daerah, termasuk Pemkot Cilegon. “Ini sudah dicanangkan oleh pmerintah pusat, kita hanya mengingatkan kembali kepada masyarakat,” ujarnya saat ditemui pada One Day No Rice yang digelar DKPP Cilegon di SMKN 3 Cilegon, Kamis (30/11).

Ia menjelaskan, tujuan pemerintah mengajak masyarakat untuk tidak mengkonsumsi nasi satu hari dalam sepekan itu agar masyarakat tidak bergantung dengan beras. “Bahan pokok pangan terutama beras kebutuhannya semakin besar. Ketersedian beras kerap menjadi permasalahan bagi pemerintah karena pertanian tidak selalu stabil. Kita perlu menggeser ke pola pangan dari beras ke umbi-umbian dan sayuran,” katanya.

Ia mengaku akan terus menyosialisasikan program ini mulai dari satu sekolah ke sekolah lainnya di Kota Cilegon agar generasi muda menerapkan sehingga para orangtua mereka mengikutinya. ” Terutama sekolah. Jadi kantin sekolah dalam satu hari menidakan nasi dan menggantikannya dengan bahan pokok lainnya. Juga di PAUD menerapkan agar muridnya ketika membawa bekal dalam satu hari tanpa nasi,” ucapnya.

Kepala Seksi Konsumsi Pangan Bidang Konsumsi Pangan pada DKPP Cilegon Hanafi mengungkapkan, meski mengganti nasi dalam satu hari ke bahan pokok lainnya terutama singkong dan jagung yang dilengkapi dengan lauk-pauk, seperti ikan dan daging sudah termasuk dalam menu baik sumber karbohidrat. Yakni beragam bergizi, seimbang, dan aman (B2SA).

“Dengan makan tanpa nasi juga daya tahan tubuh kita tidak jauh berbeda. Sama kandungan proteinnya dan karbohidratnya,” tuturnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)