DKPP Cilegon Kembangkan Jagung Pulut

Ilustrasi/Inet

CILEGON – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) akan mengembangkan budi daya jagung pulut agar menjadi salah satu ikon Kota Cilegon. Kepala DKPP Kota Cilegon Wawan Hermawan menjelaskan, saat ini sejumlah kelompok masyarakat seperti Kelompok Wanita Tani (KWT) mulai membudidayakan jagung berwarna ungu dan putih tersebut. Hasilnya, respons masyarakat pun sangat baik. 

Di Lingkungan Tanjung Sekong, Kecamatan Pulomerak contohnya. KWT di lingkungan tersebut telah berhasil membudidayakan jagung pulut di atas lahan seluas 1.500 meter persegi.“Kami akan berupaya mendorong jagung pulut sebagai komoditas unggulan di Kota Cilegon,” ujar Wawan, Senin (13/1).

Ia melanjutkan, KWT Tanjung Sekong tidak hanya berhasil membudidayakan jagung pulut, tapi juga memasarkannya. Hal itu terbukti dengan tingginya permintaan dari masyarakat atas jagung yang dianggap mempunyai rasa berbeda dengan jagung pada umumnya.

Wawan meyakini, keberhasilan KWT Tanjung Sekong bisa diikuti oleh kelompok masyarakat lain di Kota Cilegon. Agar jagung pulut bisa dipasarkan secara luas seperti golden melon, pihaknya akan terus melakukan pembinaan kepada masyarakat.

Pengurus KWT Tanjung Sekong Emi Sahlani mengaku kewalahan dalam memenuhi permintaan jagung tersebut. Menurutnya, banyaknya permintaan dari warga karena varietas jagung pulut hanya dihasilkan KWT dan mempunyai tekstur legit. “Ada dari luar daerah yang membeli buat oleh-oleh di kampungnya,” ujarnya.

Emi menjelaskan, saat ini lahan yang baru dikelola baru ada 1.500 meter. Untuk itu ia berharap akan ada KWT lain untuk bermitra dengan pihaknya agar jagung ungu ini menjadi unggulan pertanian baru di Kota Cilegon. “Saya sih berharap ada KWT lain yang ingin membudidayakan jagung pulut ini agar permintaan dapat terpenuhi,” tuturnya. (bam/ibm/ags)