DLH Kabupaten Serang Kewalahan Tangani Sampah

0
218
Sejumlah petugas DLH memarkirkan truk kontainer untuk sampah di TPS Kramatwatu, Jalan Serang-Cilegon, Kecamatan Kramatwatu, Minggu (24/9). FOTO: NIZAR/RADAR BANTEN

SERANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang mengaku kewalahan menangani sampah di wilayahnya. Hal itu dipicu minimnya sarana prasarana untuk mengangkut sampah yang tersedia di Pemkab.

Kepala Bidang Persampahan dan Pertamanan pada DLH Kabupaten Serang Asep Herdiana mengaku, saat ini masih memiliki persoalan menangani sampah di wilayahnya. Belum optimalnya penanganan sampah, kata Asep, pihaknya terkendala sarana dan prasarana pengangkutan sampah yang masih minim. “Kalau kita hitung, timbunan sampah kita bisa sampai 3.300 meter kubik per hari, dibagi enam kubik sesuai ukuran truk kontainer. Nah kita perlu wadah segitu,” ujar Asep melalui sambungan telepon seluler, Minggu (24/9).

Sarana prasarana yang ada saat ini, ungkap Asep, meliputi 53 truk kontainer pengangkut sampah termasuk 15 truk pengadaan baru, ditambah 23 cator yang sebagian besar kondisinya sudah tidak layak. Dari 53 kontainer yang tersedia, dikeluhkan Asep, sebanyak 20 kontainer di antaranya sudah rusak. Bak sampah berlubang akibat cairan sampah. “Di perubahan kita ajukan lagi anggaran untuk rehab 20 bak sampah. Yang bolong-bolong bak sampahnya harus cepat diperbaiki biar rusaknya enggak makin parah,” pintanya.

Produksi sampah terbanyak, diungkapkan Asep, berada di tempat pembuangan sampah (TPS) Kramatwatu di Jalan Serang-Cilegon. Sampah berasal dari permukiman dan perumahan. Sehari bisa empat kontainer atau 24 meter kubik sampah yang diangkut di TPS tersebut. “Sampah di Kramatwatu diangkut oleh cator kita dan pengusaha swasta yang mendirikan koperasi bekerja sama dengan UPT. Koperasi itu melayani masyarakat untuk pengangkutan sampah,” terangnya.

Bahkan, kata Asep, sampah di TPS Kramatwatu pernah overload dan diangkut hingga dua rit per hari. “Katanya, di TPS Kramatwatu ada penjaganya biar enggak diacak-acak pemulung,” terangnya.

Disinggung soal pelimpahan kewenangan pengelolaan sampah ke kecamatan, Asep mengaku siap melimpahkan. Pihaknya tinggal menunggu regulasi yang sedang digodok oleh Bagian Organisasi Setda Kabupaten Serang. Untuk sementara, kecamatan yang direncanakan mengelola sampah ke depan sebanyak tujuh kecamatan. Di antaranya Kecamatan Kramatwatu, Kibin, dan Cikande. Hasil studi banding soal pelimpahan kewenangan pengelolaan sampah ke kecamatan, kata Asep, penanganannya dari sumber ke TPS. “Jadi cukup difasilitasi kendaraan kecil. Bisa pakai cator atau gerobak. Ini perlu peran serta masyarakat yang dikoordinasikan mulai dari tingkat RT, RW, desa, sampai kecamatan. Kalau kita prinsipnya siap saja, dengan senang hati kecamatan diberdayakan,” jelasnya.

Hanya, Asep menegaskan bahwa persoalan sampah bukan akibat proses penanganan, melainkan lebih kepada keterbatasan sarana prasarana. “Kalau dilimpahkan ke kecamatan, sementara sarana prasarananya tetap, ya kondisinya bisa sama. Penanganan sampah ini larinya ke pembiayaan,” tukasnya.

Sebelumnya, persoalan sampah pernah dikeluhkan Camat Cikande Ajat Sudrajat yang meminta DLH mengevaluasi keberadaan TPS sementara. “TPS sementara di Cikande hanya ada di perumahan, pasar, dan jalan pertokoan. Ini harus jadi bahan evaluasi. Harus dicarikan solusinya,” tandasnya. (Nizar S/RBG)