DLH Lebak Berencana Perluas TPSA Dengung

LEBAK – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak berencana memperluas Tempat Pengelolaan Sampah Akhir (TPSA) Dengung yang berada di Desa Sindanglaya, Kecamatan Maja.

Perluasan TPSA Dengung ini dibutuhkan, mengingat volume sampah yang dibuang ke TPSA tersebut setiap tahun meningkat.

Kepala DLH Kabupaten Lebak Nana Sunjana mengatakan, luas areal TPSA Dengung saat ini kurang lebih sembilan hektare. Sehingga, perlu upaya untuk melakukan perluasan kawasan tersebut. Apalagi, hampir semua area TPSA Dengung itu sudah penuh.

“Ya, memang perlu perluasan TPSA. Tapi memang, perluasan TPSA belum teranggarkan. Kita juga masih menginventarisasi lahannya dengan kepala desa. Persiapannya kan mesti dari bawah. Dengan jumlah penduduk yang tentu bertambah, kan sampahnya bertambah,” kata Nana kepada Radar Banten, Minggu (6/10).

Menurutnya, area perluasan TPSA Dengung belum bisa dilakukan dalam satu atau dua tahun ke depan. Oleh karena, Pemkab belum menentukan lokasi untuk perluasan areal tersebut.

“Untuk waktu perluasannya belum bisa dipastikan. Kecuali keadaannya memaksa dengan menunjuk lokasi. Sementara, saat ini kan pemerintahan belum melakukan hal demikian,” katanya.

Nana menyebutkan, perluasan kawasan TPSA Dengung mutlak dilakukan, karena kemajuan Kabupaten Lebak dan pertambahan penduduk. “Volume sampah yang dibuang ke TPSA Dengung berasal dari lokasi pembuangan sampah resmi seperti di pasar, pemukiman dan perkantoran,” katanya.

Kepala UPT TPSA Dengung Fariansyah menerangkan, volume sampah yang dibuang ke TPSA Dengung mencapai 50 ton per hari.

“Volume sampah yang dibuang ke TPSA Dengung ini perharinya mencapai 50 ton sampah. Saat ini luas lahan kurang lebih Sembilan hektare. Memang untuk sepuluh tahun lagi masih kuat menampung,” katanya.

Fariansyah mengklaim, meskipun saat ini ketinggian sampah sudah mencapai sepuluh meter, kondisi TPSA Dengung tidak mengeluarkan aroma bau karena menggunakan sanitary landfill atau sistem pengelolaan atau pemusnahan sampah dengan cara membuang, menumpuk dan memadatkan sampah di lokasi cekung, dan kemudian menimbunnya dengan tanah.

“Hal itu bisa terjadi, karena memang proses pengelolaan sampah di TPSA Dengung menggunakan metode sanitary landfill,” tandasnya. (nce/zis)