DLHK Banten Buat Hand Sanitizer untuk Dimanfaatkan di Tempat Publik

SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten untuk membuat pembersih tangan (hand sanitizer) secara swadaya.

Melibatkan sekira 20 orang pegawai yang bertugas di laboratorium DLHK, kini telah tersedia sebanyak 463 botol hand sanitizer yang siap untuk dimanfaatkan di sarana-sarana umum (area publik) serta keperluan darurat lainnya.

“Setelah mempertimbangkan, melihat di lapangan bahwa di pasar sudah tidak ada lagi hand sanitizer untuk cuci tangan, disinfektan juga sudah tidak ada, terus juga hand soap, maka kami berkreasi dalam rangka membantu meningkatkan kewaspadaan terhadap Covid-19, dari tim LH yang mampu meracik, memproduksi kebutuhan antiseptik pembersih tangan,” ungkap Gubernur dikutip dari akun Facebook Pemprov Banten, Selasa (24/3).

Menurut Gubernur, memerangi Covid-19 tentu harus dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan meningkatkan kewaspadaan dan perlindungan diri serta kebersihan diri. Ia melihat, sebagian besar masyarakat di Indonesia termasuk Banten mengalami kesulitan untuk memperoleh kebutuhan penunjang kebersihan salah satunya hand sanitizer. Oleh karenanya, dibutuhkan upaya dan inovasi untuk melindungi masyarakat dari paparan Covid-19.

“Saya lihat kami punya SDM yang bisa membuat itu, maka saya langsung minta mereka membuatnya. Bahan baku juga disupport oleh dinas lainnya, seperti Dinas Pertanian,” tuturnya

Gubernur berharap, dengan bantuan hand sanitizer ini dapat meringankan rasa kekhawatiran masyarakat Banten akan kelangkaan produk tersebut di tengah wabah Covid-19. Khususnya bagi masyarakat yang masih beraktivitas di luar, seperti fasilitas umum dan area publik lainnya.

“Semoga segala ikhtiar yang kita lakukan, masyarakat Banten terhindar dari wabah Covid-19 dan virus ini segera pergi dari negeri kita tercinta,” kata Gubernur.

Sampai saat ini DLHK masih terus berupaya untuk membuat hand sanitizer, namun masih menunggu ketersediaan bahan bakunya.

Gubernur juga menginstruksikan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk berupaya mendapatkan APD (alat pelindung diri) dan bahan-bahan untuk pembuatan hand sanitizer serta disinfektan. (aas)