Doakan Santri yang Ditahan, Warga Cadasari-Baros Istigasah

Kasus Perusakan Fasilitas Milik PT TFJ

BAROS – Dalam rangka mendoakan kebebasan dua santri yang ditahan kepolisian dampak dari kasus perusakan fasilitas milik PT Tirta Fresindo Jaya (TFJ-Mayora Group) yang berlokasi di perbatasan Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang dan Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, ratusan warga Cadasari-Baros melaksanakan istigasah di Jalan Serang-Pandeglang, Kampung Honje, Desa Sukaindah, Kecamatan Baros, Rabu (22/3).

Istigasah yang berlangsung tepat di tepi jalan mendapatkan pengawalan ketat dari unsur kepolisian setempat dan koramil. Jamaah laki-laki berjubel di dalam masjid yang tidak terlalu besar. Sementara jamaah perempuan duduk sambil berdoa di luar masjid yang digelar karpet.

Sempat terjadi perdebatan antara warga dengan Kapolsek Baros AKP Mulyanto yang turun langsung melakukan aksi penertiban sebelum istigasah dimulai. Hal itu lantaran Kapolsek bersama anggota didampingi dari unsur Koramil Baros, sempat menghentikan aktivitas sejumlah santri di bawah umur yang membentangkan poster penolakan terhadap pendirian PT TFJ yang terbuat dari karton. Setelah poster ditertibkan dan Kapolsek memberikan peringatan, istigasah dilanjutkan.

Uci, tokoh masyarakat setempat yang juga mengikuti istigasah menjelaskan, warga beristigasah untuk mendoakan masalah air agar tidak diambil pihak perusahaan. Selain itu, istigasah dalam rangka memperjuangkan warga yang ditahan kepolisian memohon agar segera dibebaskan. “Intinya itu (mendoakan santri yang ditahan agar cepat bebas dari penahanan) selain memohon kepada Allah agar pabrik di wilayah Cipancur-Kramatwatu segera hengkang,” harapnya.

Soalnya, menurut Uci, wilayahnya bukan untuk industri melainkan wilayah pertanian dan penghijauan. Termasuk, Cadasari-Baros juga merupakan daerah lindung geologi yang tidak diperuntukkan untuk pabrik apa pun. Katanya, warga yang beristigasah berdatangan sendiri atas kesadaran masyarakat. “Kami hanya berdoa memohon kepada Allah. Soal poster juga inisiatif masing-masing sebagai bentuk penolakan sesuai kalimat yang diucapkan dalam istigasah, tidak ada perintah,” tegasnya.

Terkait itu, Kapolsek Baros AKP Mulyanto menyatakan, penertiban warga yang membentangkan spanduk pada kegiatan istigasah karena tidak sesuai dengan ketentuan. Menurut Kapolsek, kalau ada kegiatan sampai membuka poster, harus ada izin. “Kami bantu sesuai ketentuan, melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. Tapi, tolong ikuti ketentuannya izin 3×24 jam, baru kami juga fasilitasi, kami polisi akan bantu kok,” tegasnya. (Nizar S/Radar Banten)