Dodol Pak Oyot Potensi Ekonomi Desa Ciakar

Syamsul Bahri, perajin dodol Pak Oyot, menunjukkan dodol buatannya di rumah produksi dodol, Kampung Cukanggalih, Senin (1/4) lalu.

TANGERANG – Kepala Desa (Kades) Ciakar, Kecamatan Panongan, Ibrohim bakal menjadikan dodol Pak Oyot menjadi potensi unggulan desanya. Rencananya, program pemberdayaan masyarakat ini dilaksanakan tahun ini.

Program pembangunan 2019 ini, menurut Ibrohim, lantaran produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kampung Cukanggalih itu memiliki keunggulan dibandingkan dodol dari daerah lain. ”Di desa kami ada salah satu UMKM yang bergerak di bidang makanan, yaitu dodol. Namanya, dodol Pak Oyot. Nah, dodol ini sebetulnya sangat enak sekali. Legit rasanya. Cuma sayang, pemasarannya belum luas,” katanya, Senin (1/4) lalu.

       Makanya, Pemerintah Desa Ciakar ingin, dodol Pak Oyot dapat dikenal masyarakat lebih luas. Sehingga, bisa menjadi produk unggulan asli dari Desa Ciakar. Untuk itu, lanjut Ibrohim, pihaknya akan membantu permodalan dan pemasaran dodol ini.

       ”Insya Allah, kami akan bantu untuk memajukan dodol Pak Oyot ini. Saya berharap, dodol Pak Oyot bisa berkembang pesat hingga produksinya meningkat secara berkala. Dan juga bisa merekrut banyak masyarakat setempat untuk diberdayakan menjadi perajin dodol,” harapnya. 

       Sementara, perajin dodol Pak Oyot, Syamsul Bahri (38), menuturkan, bahwa merek dagang dodol buatannya tersebut mengambil nama bapaknya, Murod. Menurutnya, dodol Pak Oyot diciptakan oleh Murod, yang lebih dikenal dengan sapaan Pak Oyot, pada tahun 1990-an.

       Syamsul mengakui jika sampai saat ini, dodol Pak Oyot diproduksi sesuai pesanan. ”Tapi kalau rasa, bisa diadu dengan odol yang sudah familiar di pasaran,” tantangnya.

       Syamsul tidak menampik kendala pemasaran dodol warisan bapaknya itu. Dodol ini laris manis hanya pada momen tertentu. Selama Ramadan dan Idul Fitri.

       ”Ya, paling laris-larisnya itu bulan puasa sama Lebaran. Sekali produksi bisa 12 kuali besar. Itu sehari. Kalau sekarang, paling seminggu sekali produksinya. Kadang seminggu dua kali produksi. Itu juga paling satu sampai dua kuali besar saja,” ungkapnya.

       Ada tiga varian rasa pada dodol Pak Oyot. Yakni, original, wijen, dan duren. Syamsul berharap bantuan permodalan dan pemasaran dari Pemerintah Desa Ciakar dan Pemkab Tangerang. (pem/rb/sub)