Dokter Adopsi Bayi yang Ditemukan di Kota Serang

SERANG – Bayi perempuan yang ditemukan warga pekan lalu, akhirnya diadopsi oleh pasangan suami istri asal Pandeglang. Pasangan tersebut dipilih dari 72 orang yang mendaftar sebagai orangtua asuh bayi.

Bayi ini sebelumnya ditemukan warga didekat bak sampah area Kompleks Kota Serang Baru (KSB), Kelurahan Banjaragung, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang, Minggu (6/10) lalu. Setelah ditangani pihak berwajib, bayi berbobot 2,2 kilogram ini dirawat di RSUD Banten.

Proses serah terima bayi kepada orangtua asuh dilakukan di RSUD Banten, Jumat (18/10). Suasana cukup haru. Fitriana Damayanti yang dipercaya sebagai ibu si bayi tak kuasa menahan air matanya. Perempuan yang berprofesi sebagai dokter ini berkali-kali menyampaikan terima kasihnya. “Terima kasih banyak,” katanya.

Melihat keharuan itu, istri Walikota Serang Ade Jumaiyah Syafrudin langsung memeluk Fitriana. Tangis keduanya pecah. Keduanya lantas bergantian menggendong dan mencium kening di bayi.

Ade berpesan agar bayi tersebut diasuh selayaknya anak kandung sendiri. Saat anak mulai tumbuh kembang, bisa memberikan pendidikan yang cukup untuk masa depan si anak. “Pesan saya besarkan anak dengan sehat dan beri pendidikan yang baik,” katanya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Serang ini percaya dengan latar belakang Fitriana sebagai dokter dapat mengasuh anak secara sehat dan cerdas. “Dia (Fitriana-red) seorang dokter, tentu tahu kesehatan, tahu mendidik anak yang sehat, cerdas, dan agamais,” ucapnya.

Ade Jumaiyah yang datang bersama tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Serang juga didampingi Walikota Serang Syafrudin. Ia bersyukur bayi dalam keadaan sehat dan sudah ada orangtua yang mengadopsi. “Alhamdulillah berdasarkan hasil seleksi, kriteria orangtua yang dapat mengadopsi bayi sudah ada,” katanya.

Pasangan suami istri ini berhak untuk menjadi orangtua asuh karena telah memenuhi kriteria. Di antaranya sudah berumah tangga selama 12 tahun menikah, tetapi belum dikaruniai anak. Lalu, dari sisi ekonomi sudah mapan dan memiliki tanggung jawab secara moral dan fisik. “Jumlah yang mengikuti seleksi untuk mengadopsi bayi ini semuanya sebanyak 72 pasang keluarga,” katanya.

Syafrudin berpesan, pasangan suami istri tersebut dapat merawat bayi secara baik. Membesarkan si bayi layaknya anak dengan memenuhi semua yang menjadi hak si anak. “Anak ini karunia Allah, kita harus menjaga kepercayaan anak ini kepada kita. Jadi besarkan supaya masa depannya cerah,” pesannya.

Suami Fitriana, Ari James Faradi yang berada disamping Syafrudin mengaku akan sebaik mungkin menjaga amanat yang diberikan. Ia mengucapkan syukur dan terima kasih karena telah dipercaya mengadopsi bayi. “Alhamdulillah ini adalah sebuah amanah dari Allah, kami juga ucapkan terima kasih kepada Walikota Serang dan Ibu Walikota Serang telah mempercayakan ini kepada saya,” katanya.

Ia berjanji akan mengurus anak itu dengan punuh kasih sayang layaknya anak kandung sendiri. “Insya Allah kami akan mengurus anak ini dengan sungguh-sungguh dan menganggap sebagai anak kandung kami sendiri,” kata pria yang berprofesi sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Pemprov Banten ini.

Saat ditanya nama anak tersebut, ia tidak bisa menyebutkan namanya karena belum melakukan prosesi syukuran sesuai syariat agama Islam. “Namanya sudah ada tapi enggak bisa disebutkan sekarang. Mungkin lain waktu saja setelah melalui syukuran dulu, akikahan, marhabanan dulu dan lainnya,” kata Ari.

Proses serah terima juga disaksikan Direktur RSUD Banten Danang Hamsah Nugroho, Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang Ikbal, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang Toyalis. (ken/alt/ags)