Dokter Pensiun, RSUD Serang Tolak Pasien Penyakit Kulit

0
3.288 views

SERANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Dradjat Prawiranegara atau lebih dikenal RSUD Serang di Jalan Ki Mas Jong, Kota Serang, sudah hampir satu bulan tidak melayani pasien penyakit kulit. Dokter spesialis kulit satu-satunya di RSUD milik Pemkab Serang itu pensiun dan belum ada penggantinya.

Ketiadaan dokter spesialis kulit di RSUD dr Dradjat Prawiranegara baru diketahui setelah adanya unggahan status di medsos melalui Facebook milik Ade Jahran. Pernyataan dalam status yang diunggah Ketua Komisioner Komisi Informasi (KI) Banten itu, “Kata petugas loket, ‘Dokter kulitnya pensiun. Jadi polikulit di RSUD libur. Belum tahu kapan bukanya.’ Akhirnya saya balik lagi. Sedianya saya akan mengambil tiket daftar untuk emak saya yang akan berobat ke polikulit.” Status Ade Jahran itu pun memicu kekesalan para netizen.

Direktur RSUD dr Dradjat Prawiranegara dr Agus Gusmara tidak membantah soal ditutupnya pelayanan di poliklinik penyakit kulit dan kelamin. Pihak RSUD sudah tidak menerima pasien penyakit kulit hampir satu bulan. “Ya (tidak melayani pasien penyakit kulit-red) sejak bulan kemarin,” ungkap Agus yang dikonfirmasi usai menghadiri acara pelantikan pejabat Pemkab di lapangan tennis indoor Pemkab Serang, Kamis (27/7).

Lantaran itu, kata Agus, pihaknya merekrut tenaga baru untuk dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin. Soalnya, tidak ada dokter spesialis penyakit kulit di jajaran aparatur sipil negara (ASN). Kondisi itu mendesaknya mengangkat dokter tamu. Saat ini sudah dalam proses. Pemilihan dokter tamu tinggal menunggu kredensial (proses evaluasi terhadap dokter spesialis-red). Pengangkatan dokter tamu itu sudah sesuai aturan. “Karena belum ada dokter spesialis kulit, jadi mau tidak mau kita tutup dulu. Kalau pakai asisten penyakit kulit sudah banyak di kita. Tapi, khawatir standarnya tidak sesusai dengan rumah sakit kelas B yang sudah terakreditasi,” terangnya.

Agus mengklaim, dokter spesialis kulit yang pensiun di usianya yang sudah menginjak 65 tahun bernama dr Santoso masih memberikan pelayanan. Namun, saat ini sedang mengurus SK pensiun. “Sementara, layanan kulit bisa dirujuk ke rumah sakit yang ada penyakit kulitnya, enggak masalah sih,” kilahnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang Ida Rosida Lutfi menyayangkan pihak RSUD yang tidak melakukan langkah antisipasi untuk menyiapkan tenaga medis penyakit kulit. Kondisi itu pun dijadikan politikus PDI Perjuangan tersebut sebagai satu catatan bagi DPRD. “Kenapa tidak antisipasi jauh-jauh hari? Kita tidak mungkin mengawasi sampai hal teknis seperti itu. Jangan sudah seperti itu, baru ribut,” ujar Koordinator Komisi II DPRD tersebut.

Untuk itu, Ida berjanji untuk mendorong pihak RSUD dr Dradjat Prawiranegara agar segera menyediakan tenaga medis untuk menangani pasien penyakit kulit. “Kita akan dorong RSUD supaya secepatnya mencari dokter spesialis kulit. Orang sakit kulit di Kabupaten Serang banyak, jadi sangat dibutuhkan,” tandasnya. (Nizar S/RBG)