Dolar Palsu Gagal Beredar

0
1288
Kapolresta Bandara Soetta Komisaris Besar (Kombes) Pol Adi Ferdian Saputra saat melakukan konferensi pers terkait penangkapan pengedar uang palsu, di Mapolresta Bandara Soetta, Kamis (28/1)

TANGERANG – Peredaran uang palsu (upal) berupa dolar Amerika pecahan 100 dolar digagalkan Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Sebanyak 1.000 lembar upal itu rencananya diedarkan di wilayah Bandara Soetta.

Kapolresta Bandara Soetta Komisaris Besar (Kombes) Pol Adi Ferdian Saputra mengatakan, keberadaan dolar palsu itu tercium polisi usai menerima laporan adanya transaksi upal tersebut di Bandara Soetta oleh tiga orang pelaku.

“Dari informasi dan pelacakan serta pengembangan, kami dapatkan tiga orang tersangka. Ketiganya diamankan dalam waktu yang berbeda, ketiga tersangka ini berinisialkan A, R dan TP,” kata Adi kepada Tangerang Ekspres (Radarbantengroup) di Mapolresta Bandara Soetta, Kamis (28/1).

Kata Adi, awalnya polisi meringkus R. Dia diamankan beserta barang bukti dolar palsu.  R memberikan dolar palsu itu kepada A dan TP. Keduanya ditugaskan oleh R mencari mangsa untuk ditukarkan ke rupiah.

“Tugas A dan TP ini mencari korban disekitaran Bandara Soekarno-Hatta dengan mengandalkan informasi dari mulut ke mulut. Mereka tidak menggunakan media sosial karena mungkin sudah tahu kalau medsos banyak yang mantau,” bebernya.

Namun, belum sempat mendapatkan mangsa, keduanya telah diringkus polisi.

“Uang dari kedua tersangka ini belum sempat beredar, mereka kami amankan terlebih dahulu karena kami sudah mendapatkan informasinya dan juga rencana kedua tersangka,” ungkapnya.

Adi menuturkan, dari uang dolar palsu yang diamankan ada 10 gepok yang telah disiapkan komplotan ini untuk di sebarluaskan. Dolar palsu ini jika beredar dapat ditukar Rp1,4 miliar.

“Ketiga tersangka sudah kami amankan dan disangkakan pasal 244, 245 dan 240 KUH Pidana dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara,” katanya.

Sementara R dihadapan polisi mengakui dolar palsu itu dari rekannya yang masih diburu polisi.

“Untuk tersangka yang DPO saat ini, kami sedang melakukan pengejaran dalam waktu dekat akan bisa diungkap,”tutupnya. (rbnn/nda)