Dolar Turun Perlahan, Biaya Umrah Ringan

Umrah Haji
Ilustrasi/ Inet

SERANG – Turunnya nilai tukar dolar terhadap rupiah yang sekarang mencapai Rp12.955 per 14 Maret 2016 ini bisa memperingan biaya umrah para calon jamaah. Seperti diketahui, seluruh biaya perjalanan umrah dan haji plus menggunakan kurs dolar.

Menguatnya rupiah ini juga disambut baik pengelola travel seperti Cahaya Kaabah Al-Haramain Tours and Travel ini. Pengelola travel ini menawarkan paket dalam bentuk dolar karena semua akomodasi perjalanan umrah menggunakan dolar. “Dengan turunnya harga dolar, bisa memperingan jamaah sehingga tidak terlalu banyak uang yang dikeluarkan,” kata Kepala Perwakilan Cahaya Kaabah Al-Haramain Tours and Travel Banten, Senin (14/3/2016) seperti dilansir Harian Radar Banten.

Cahaya Kaabah Al-Haramain Tours and Travel menawarkan beberapa paket seperti USD2.200 untuk keberangkatan April dan paket promo senilai USD1.900. Ia berharap, nilai tukar rupiah semakin mengguat sehingga harga paket umrah akan semakin terjangkau. Dengan harga yang terjangkau, bisa meningkatkan minat para jamaah.

Hal serupa juga diungkapkan Pemilik O-Umroh Tours and Travel Oom Komariyah. Dengan melemahnya dolar bisa meningkatkan minat calon jamaah karena biaya yang dikeluarkan akan lebih ringan. “Penguatan rupiah terhadap dolar ini memberikan pengaruh positif karena semua transaksi pakai dolar,” katanya.

Ia juga berharap, rupiah bisa kembali menguat sehingga harga paket yang ditawarkan akan semakin terjangkau bagi calon jamaah. O-Umrah Tour and Travel menawarkan paket USD1.750 untuk keberangkatan April mendatang.

Hal berbeda diungkapkan Ala Mulya, Perwakilan Arminareka Perdana Ciceri Permai. Ia mengungkapkan bahwa calon jamaah sudah memiliki niat yang kuat untuk berangkat umrah tidak akan berpengaruh terhadap dolar yang naik atau turun. “Semurah apa pun biaya umrah atau haji plus, kalau belum niat tidak akan berangkat,” katanya.

Kata dia, dengan niat yang kuat, meksipun dolar naik, Allah akan mencukupkan rezeki calon jamaah sehingga mampu berangkat ke Baitullah. “Allah akan memampukan orang yang terpanggil untuk datang ke rumah-Nya, bukan memanggil orang yang mampu,” katanya.

Kata dia, Ketika dolar naik, perjalanan umrah tetap ramai, jadi bukan pengaruh dolar. “Jadi, lebih ke niat seseorang,” katanya. (RB/skn/dwi)