Entah apa maksud dan tujuan Tesi (46) nama samaran, setelah bercerai dengan suami, sebut saja Takur (48), bukan nama sebenarnya, Tesi layaknya seorang remaja yang masih mencari jati diri, sudah kawin cerai sampai lima kali. Idih, kebayang enggak tuh satu sarang banyak burung, pastinya desak-desakan, pengap. Atau bisa jadi Tesi memang belum menemukan lelaki yang pas di hati. Entah ya? Penasaran kan? Kita simak yuk ceritanya!

Ditemui wartawan di sebuah persimpangan jalan Kecamatan Pabuaran, Rabu (2/1) siang, Tesi begitu bersemangat menceritakan kisah asmaranya. Tesi tipikal perempuan yang penuh percaya diri. Maklum, parasnya lumayanlah, rada mirip-mirip Via Velen-tino Rossi-lah. Tesi dalam menjalani kisah asmaranya lain dari biasa. Sudah lima kali berganti suami. Tak jarang Tesi menerima cibiran orang sekitar akan sikapnya yang seperti main-main perasaan dengan kaum adam. Pengakuannya sih belum menemukan cinta sejati. Hiper kali?

Tesi semasa mudanya terkenal dengan parasnya yang cantik, di kampungnya. Kalau sudah masuk kawasan kota sih biasa-biasa. Paras manisnya sih masih terlihat. Make-up yang menempel pada kulit wajah mulusnya juga tipis, tidak berlebihan, tetapi terawat. Bola matanya indah, hidungnya mancung, bibirnya tipis, dan pipinya merona. Cukup menggodalah untuk wanita seusianya yang sudah tidak lagi muda. Maklum, Tesi ternyata berasal dari kalangan keluarga berada. Pakaian yang dikenakannya juga merek mahal dan ternama sehingga wajar jika Tes menjadi rebutan para pemuda dulu di kampungnya.

Kecantikan Tesi juga kerap menjadi bahan gosip hangat tetangga. Terutama ibu-ibu yang sudah berumah tangga. Biasalah, mungkin khawatir suami-suami mereka tergoda sama artis kampung. Namun, tak satu pun dari ribuan lelaki yang mengenal Tesi mampu menaklukan hatinya kala mudanya itu. Sampai suatu hari sosok Takur berlabuh di sandaran sang hawa bak pahlawan kesiangan.

Takur dikenal sebagai juragan beras di kampung sebelah. Wajahnya juga ganteng kayak sekoteng, tampilannya juga keren dan menarik ala cowok-cowok bule-potan. Hidup mapan, pendidikan juga terjamin yang membuat Tesi langsung terpikat tanpa mikir panjang langsung berkenalan. Takur pun demikian, tak bisa menolak kehadiran tesi yang mempunyai paras ayu nan seksi. Sejak itu hubungan mereka semakin erat yang membuat lelaki lain iri setengah mati. Tak butuh waktu lama bagi Takur untuk meluluhlantakan hati Tesi. “Mas Takur tuh perfect (sempurna). Makanya, saya enggak mau kehilangan Mas Takur,” aku Tesi.

Tiga bulan berpacaran, mereka pun melangsungkan tuangan. Tak lama berselang pasangan serasi itu beranjak ke pelaminan. Awalnya kehidupan rumah tangga mereka bahagia bak Ratu dan Pangeran yang memimpin kerajaan cinta. Seluruh kerabat pun menyambut kebahagiaan mereka dengan penuh sukacita. Pokoknya pasangan serasilah bagai Bebi Romeo dan Ahmad Dani. Langkap kebahagian Tesi dan Takur karena ditopang dengan materi dan fasilitas memadai seperti mobil dan barang-barang berharga lainnya. Kebahagiaan semakin bertambah setelah setahun kemudian mereka diberikan buah hati. Tokcer pokoknya.

Tiga tahun kemudian, lahirlah anak kedua. Kebahagiaan mereka pun semakin sempurna. Petaka pun hadir pada rumah tangga Tesi pada tahun kelima. Hanya gara-gara hal sepele, Takur tak tahan dengan sikap Tesi yang mudah bergaul. Sampai akhirnya, Takur cemburu buta melihat keakraban Tesi dengan banyak lelaki kampung terutama yang berondong. Takur murka hingga terjadi selisih paham dengan Tesi. Tak kuat menahan emosi, Takur pun melontarkan talak yang membuat hati Tesi terkoyak-koyak. Sabar ya Mbak.

Beruntung, Tesi dianugerahi wajah cantik dan memikat. Tesi yang berstatus janda menjadi rebutan lelaki lain yang jatuh cinta pada pandangan pertama. Situasi itu pula yang mampu menghibur Tesi untuk tetap move on dalam menjalani hidup. Meski awalnya Tesi banyak berdiam dan mengurung diri dalam kamar pasca perceraian. Tak butuh lama untuk Tesi kembali membangun bahtera rumah tangga dan kembali berinteraksi dengan tetangga. Sejak pernikahan kedua, sikap Tesi mulai berubah menjadi dewasa. Maklum tidur malam dapat teman baru. Di pernikahan keduanya, Tesi cukup bahagia. Namun, tak bertahan lama, lima bulan kemudian Tesi menceraikan suami dengan alasan tidak ada kecocokan. Sepertinya suami kedua tidak mampu menggantikan posisi Takur dari hati Tesi.

Kondisi serupa terjadi di tahun-tahun berikutnya sampai sekarang. Tak tanggung-tanggung, Tesi lima kali gonta-ganti suami kawin cerai kawin cerai. “Ya, bodo amat. Kan mereka (para mantan suami-red) yang mau. Saya cuma wanita. Kalau diajak nikah, ya nurut aja, namanya juga usaha. Kalau belum ada yang cocok, tinggal cerai!” cetus Tesi santai. Duh Mbak Tesi pernikahan kok dianggap mainan!

Alasan Tesi tidak mampu mempertahankan rumah tangganya berkali-kali lantaran belum bisa melupakan sosok mantan suami pertama. Kelima mantan suami setelah mantan suami pertama hanya dijadikan Tesi sebagai pelampiasan. Beruntung dari lima mantan suami setelah Takur tidak ada satu pun yang mampu memberikan keturunan. “Cinta dan sayang saya ke Mas Takur terlalu besar. Tapi, saya enggak bisa nahan hasrat dan gairah bercinta. Apalagi, saya kan wanita nafsunya ada sembilan,” ucapnya. Nyawa kucing kali sembilan Mbak.

Ternyata Tesi juga mengaku bahwa keputusannya terus gonta-ganti suami karena ingin membuktikan kepada Takur bahwa dia masih laku dan jadi rebutan laki-laki. Selain itu, ia ingin membuat Takur menyesal telah menceraikan Tesi. Namun, sikap yang ditunjukkannya tak mengubah keputusan Takur untuk kembali ke pelukan Tesi. Takur tetap memilih istri barunya dan hidup bahagia. “Sebenarnya sih, saya nikah itu cuma mau pamer ke Kang Takur. Soalnya saya kesal, dia makin mesra sama istri barunya,” akunya. Oalah, sekalian pasang di stan pameran jualan suami Mbak.

Sekarang Tesi sedang menikmati statusnya menjadi janda beranak dua dan menjalani hidup apa adanya. Mudah-mudahan Mbak Tesi kembali menemukan jodohnya ya yang terbaik. Amin. (mg06/zai/dwi)