DPO Politik Uang Pilkada Kota Serang itu Bakal Calon Legislatif

SERANG – Keberadaan tersangka SP hingga kini masih misterius. DPO kasus politik uang di Pilkada Kota Serang itu masih diburu polisi atas perannya sebagai penyandang dana politik uang di Kalanganyar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

Informasi yang dihimpun, SP yang bernama Supriyadi, ternyata pernah mengajukan permohonan dibuatkan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) di Polres Serang Kota. SKCK itu rencananya digunakan tersangka untuk keperluan maju sebagai bacaleg di Pemilu 2019. “Sementara informasi yang masuk ke saya memang seperti itu. Tersangka pernah mengajukan permohonan SKCK sebelum kasus ini (politik uang) terjadi,” kata Kasat Intelkam Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Bai Mamun, kemarin.

Meskipun kini sudah berstatus tersangka, polisi tidak bisa menghalang-halangi tersangka bila ingin mengajukan permohonan SKCK. Namun, permohonan itu akan dikaji kembali berdasarkan status yang kini dimiliki tersangka. “Sampai saat ini suratnya juga belum masuk ke meja saya. Kalau misalkan ada, tentu akan kami tolak. Apalagi kan status dia sekarang DPO. Kami akan langsung koordinasi dengan satuan atas,” ungkap Bai Mamun.

Menanggapi hal itu, Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Komarudin memastikan pengajuan SKCK tersangka Supriyadi akan langsung digugurkan. Soalnya, saat ini keberadaan Supriyadi terus diburu polisi atas dugaan perannya sebagai penyandang dana dugaan politik uang Pilkada Kota Serang. “Sejauh ini belum ada pengajuan. Saya juga belum tandatangani suratnya. Tentu kalau ada, yang bersangkutan akan langsung kita tahan. Bukan hanya SKCK doang, tapi orangnya juga,” tegas Komarudin.

Terkait DPO Supriyadi, Komarudin memastikan anggotanya terus memburu oknum tersebut. Pencarian Supriyadi bahkan dilakukan polisi hingga ke luar Kota Serang. “Sampai saat ini masih kita cari,” tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, Supriyadi pernah berniat untuk maju sebagai caleg melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Hal itu juga dibenarkan oleh Ketua DPC PPP Kota Serang Uhen Juheni. Namun menurut Uhen, keinginan Supriyadi maju jadi caleg PPP tidak pernah terjadi. Soalnya, Supriyadi tidak mengikuti semua mekanisme penjaringan dari partai berlambang Kakbah tersebut.

“Permintaan secara lisan memang pernah dia sampaikan kepada saya. Tapi, itu dulu sebelum Pilkada Kota Serang. Kalau sekarang, ya dia enggak terdaftar di PPP. Dia juga bukan kader PPP,” ucap Uhen.

Diketahui, Supriyadi resmi menyandang status tersangka politik uang di Pilkada Kota Serang sejak Jumat (6/7). Penetapan Supriyadi sebagai tersangka lantaran bukti-bukti mengarah akan keterlibatannya dalam kasus tersebut. Namun hingga kini, keberadaan Supriyadi masih misterius. Polisi telah menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) terhadap penyandang dana dugaan politik uang di Kalanganyar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang itu. (Rifat A/RBG)