DPR RI Sikapi Proyek Pembangunan Pabrik Mayora Group

Anggota Komisi III DPR RI Arsul Hani (kelima dari kanan) berbincang dengan warga yang mengeluhkan keberadaan PT TFJ, Rabu (3/8). (Foto: Irfan M)

BAROS – Pembangunan pabrik pengolahan air minum kemasan, PT Tirta Fresindo Jaya (TFJ-Mayora Group) di perbatasan Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang dan Kecamatan Baros, Kabupaten Serang masih menuai protes dari warga. Kini, persoalan tersebut juga menjadi sorotan anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Arsul Sani.

Ia menelusuri pembangunan dan meninjau ke lokasi PT TFJ. Kedatangan Arsul, yang juga menjabat sebagai Sekjen DPP PPP, didampingi Ketua DPW PPP Banten Agus Setiawan dan Sekretaris DPW PPP Banten Iskandar, Rabu (3/8). Kedatangan Arsul juga didampingi warga yang menentang keberadaan perusahaan tersebut. Serta dikawal anggota Brimob Polda Banten yang membawa senjata laras panjang. Di sisi lain, beberapa pegawai proyek pembangunan menghentikan aksi kerjanya.

Arsul mengatakan, kedatangannya untuk menindaklanjuti permintaan masyarakat yang mengeluhkan keberadaan perusahaan tersebut. “Ini kebetulan memang ada masyarakat menyampaikan permintaan agar kasus ini itu bisa diangkat ke DPR,” ujar Arsul kepada Radar Banten, Rabu (3/8).

Ia berjanji, hasil observasi proyek pembangunan PT TFJ dan keluhan masyarakat akan ditindaklanjuti dengan menyampaikan di rapat Komisi III DPR RI. Selain itu, juga merencanakan mengundang Kapolda Banten, serta Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Bupati Pandeglang Irna Narulita.

Menurutnya, keberadaan investasi di daerah tidak boleh menghilangkan hak-hak rakyat. Arsul menilai, jika keberadaan PT TFJ bisa menghilangkan mata air yang menjadi sumber kehidupan, maka itu bisa digugat. “Bumi air dan kekayaan di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” tegasnya. (Irfan M/Radar Banten)