SERANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berkomitmen untuk mewujudkan Kota Serang sebagai ‘Kota Madani’, komitmen tersebut salah satunya ditunjukkan dengan mengalokasikan anggaran hibah dan bantuan sosial yang di antara peruntukannya dapat digunakan untuk bidang keagamaan seperti pembangunan dan perbaikan sarana ibadah dan honor guru ngaji di wilayah Kota Serang.

Ketua DPRD Kota Serang, Subadri Usuludin mengatakan, Pemkot Serang mengalokasikan anggaran hibah dan bantuan sosial sebesar Rp22 miliar, anggaran tersebut dialokasikan untuk honor guru ngaji Rp5,4 miliar, KONI Rp10,5 miliar, dan sisanya untuk pembangunan dan perbaikan masjid, mushola, majelis ta’lim, dan sarana ibadah lainnya.

“Alokasi anggaran untuk sarana ibadah itu juga dilakukan sebagai wujud meningkatkan ukhuwah islamiyah, menumbuhkembangkan kecintaan masyarakat terhadap tempat ibadah, dan komitmen pemerintah untuk bidang keagamaan,” ungkap Subadri, Kamis (18/2/2016).

Subadri mengatakan, masyarakat Kota Serang dapat mengajukan permohonan bantuan dana kepada pemerintah untuk perbaikan sarana ibadah. Persyaratan yang harus dipenuhi dalam pengajuan bantuan tersebut di antaranya proposal permohonan dari DKM, yang disetujui oleh RT, RW, Kelurahan, KUA, dan Kantor Kementerian Agama. Kemudian permohonan ditujukan kepada Walikota Serang, dan ditembuskan ke DPRD dan instansi terkait lainnya, serta melampirkan bukti badan hukum masjid atau mushola yang ingin dibantu.

“Itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Sesuai dengan Pasal 298 ayat 5, belanja hibah dapat diberikan kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah lain, Badan Usaha Milik Negara, atau BUMD dan atau badan, lembaga dan organisasi kemasyarakat yang berbadan hukum Indonesia,” katanya.

Namun, kata Subadri, bila belum berbadan hukum, selama pengajuan bantuannya tidak fiktif, apalagi kebutuhannya sangat mendesak, pihaknya akan mengupayakan agar masuk dalam daftar penerimaan bantuan.

Sementara, terkait acara peletakan batu pertama di Masjid Baitusshodiqin di lingkungan Sadik Kecamatan Walantaka, ia mengatakan, dirinya bersama Muspika diundang untuk menghadiri kegiatan tersebut. Dan dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga menyampaikan harapannya agar pemerintah dapat membantu pembangunan masjid tersebut.

“Pembangunan Masjid Baitusshodiqin dilakukan, karena kondisi bangunan masjid sudah tidak layak. Anggaran pembangunannya dari swadaya masyarakat,” katanya. (DPRD Kota Serang/ADVERTORIAL)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.