DPRD Kabupaten Tangerang Ancam Sidak Tenaga Kerja Asing

Safety
Ilustrasi/ Inet

TANGERANG – DPRD Kabupaten Tangerang menyatakan segera melakukan inspeksi mendadak (Sidak) tenaga kerja asing (TKA) yang dipekerjakan di perusahaan. Itu dilakukan karena hal itu tidak dilakukan instansi Pemkab Tangerang. Apalagi, aksi demo buruh untuk meminta penertiban itu akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, Ahmad Supriadi mengatakan, sidak tersebut mereka lakukan karena banyaknya keluhan serikat buruh terkait keberadaan TKA di sejumlah perusahaan. Dan juga TKA itu membuat kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar bekerja jadi kecil. Sehingga hal itu membuat gejolak di sejumlah serikat pekerja. ”Dari pada nanti ada sweeping oleh buruh, lebih baik kami sidak. Ini juga untuk keamanan perusahaan dan para pekerja di sana. Kami sedang aturkan jadwal sidak TKA ini,” katanya kepada Indopos (Radar Banten Group) saat dikonfirmasi, Senin (7/5).

Menurutnya, sidak TKA itu perlu dilakukan legislatif Kabupaten Tangerang, sebab pendataan resmi jumlah TKA itu tidak pernah diketahui dan dilakukan Pemkab Tangerang. Hingga, pengawasan terhadap orang asing itu juga pun sama sekali tak dilaksanakan. ”Sebagai wakil rakyat kami berhak mengetahui jumlah mereka. Apa visa yang digunakan adalah visa untuk dapat bekerja di sini. Jika legalitasnya tidak bermasalah, yang jadi persoalannya jumlah mereka itu menjadi ancaman bagi tenaga kerja lokal,” ujar Supriadi.

Tak sampai di sana, dalam sidak nanti, Supriadi bersama anggota Komisi II akan mengecek beberapa hal di perusahaan yang mempekerjakan TKA. Salah satunya memastikan jabatan dan kebenaran jumlah TKA tersebut. Dan jika terdapat pelanggaran di perusahaan, DPRD siap memberikan tindakan tegas. ”Kalau mereka jadi sopir atau buruh juga, ya terpaksa harus dipulangkan. TKA ini dibutuhkan hanya sebagai tenaga ahli. Kami akan bawa juga tim dari Imigrasi untuk melakukan sidak TKA,” paparnya.

Terpisah, Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Tangerang, Herman Lukman menegaskan, adapun jumlah TKA mencapai 4.207 orang. TKA ini tersebar di Kabupaten Kota Tangerang serta Tangerang Selatan (Tangsel). Dominasi TKA ini datang dari Tiongkok sebanyak 1.462 orang, Korea Selatan sebanyak 1.064 orang, dan Taiwan 255 TKA. ”Sisanya dari negara-negara lain yang tidak menembus angka 100. Itu laporan yang masuk kepada kami. Kami selalu mengecek legalitas mereka yang bekerja di banyak pabrik,” ungkapnya.

Menyikapi itu, Kabid Penempatan Tenaga Kerja pada Disnaker Kabupaten Tangerang Tifna Purnama menuturkan, jika pihaknya akan segera melakukan pendataan ulang terhadap TKA di ratusan perusahaan. Namun, untuk memberikan tindakan tegas terhadap orang asing di perusahaan itu belum dapat dikerjakan. Hal itu karena pengecekan administrasi TKA itu harus dilakukan. ”Sampai sekarang sih semua bekerja sebagai tenaga ahli. Kalau untuk pemulangan mereka ada di Imigrasi. Kami harus cek dulu surat-surat yang mereka bawa, jika ada yang salah bisa diambil tindakan,” tuturnya. (cok/RBG)