DPRD Lebak Nilai Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Masih Rendah

LEBAK – Komisi III DPRD Kabupaten Lebak kecewa terhadap kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam penyerapan anggaran untuk penanganan Covid-19. Sampai sekarang, serapan anggaran Covid-19 di Dinkes Lebak baru Rp9 miliar atau 29 persen dari total anggaran yang diberikan Pemkab sebesar Rp31 miliar.

Ketua Komisi III DPRD Lebak Yayan Ridwan mengatakan, penanganan Covid-19 di Lebak masih belum optimal. Bahkan, progres penyerapan anggaran masih sangat rendah. Padahal, hasil refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 cukup besar, yakni mencapai Rp181 miliar.

“Di Dinkes saja baru terserap 29 persen. Kita tentu kecewa, karena serapan anggaran tidak optimal. Bahkan, Dewan menemukan banyak persoalan di lapangan yang berpotensi meningkatkan penyebaran virus corona,” kata Yayan Ridwan kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (30/6).

Salah satu persoalan yang ditemukan rekan-rekan Dewan, yakni soal alat pelindung diri (APD) yang belum didistribusikan seluruhnya ke puskesmas dan rumah sakit. Hingga kini APD masih menumpuk di gudang Dinkes Lebak. Padahal tenaga medis di lapangan membutuhkan APD tersebut untuk mencegah terjadinya penularan saat menangani pasien yang terindikasi terpapar corona.

“Jika Dinkes enggak bisa mengoptimalkan anggaran tersebut lebih baik dialihkan untuk hal lain yang lebih penting. Tapi jika memang masih dibutuhkan maka harus segera dimaksimalkan. Jangan menunggu terjadi ledakan kasus corona di Lebak,” tegasnya.

Kepala Dinkes Lebak Triatno Supiyono membenarkan, anggaran penanganan Covid-19 di Dinkes Lebak belum terserap semuanya. Anggaran tersebut direncanakan akan dioptimalkan untuk enam bulan ke depan. Karenanya saat ini anggaran yang terserap baru Rp9 miliar.

“Untuk persoalan APD yang masih ada di gudang, kita sebenarnya nunggu adanya permintaan dari rumah sakit atau puskesmas. Jika ada permintaan baru kita kirim APD tersebut,” ujar pria berkacamata ini.(Mastur)