CILEGON – Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Cilegon M Ridwan mengeluhkan soal sering terlambatnya undangan dari Sekretariat DPRD Cilegon. Hal ini menjadi salah faktor pihaknya cukup kewalahan mempersiapkan diri mengingat waktu undangan yang mepet dengan jadwal pertemuan yang harus segera dipenuhi. “Undangan itu datang Jumat sore, Senin pagi baru kami lihat. Belum lagi kami harus mempersiapkan berkas yang diminta, apalagi itu kan berkas lama yang harus kita cari. Kasihan, staf kami harus pilih-pilih file yang dibutuhkan. Sementara ruang file itu kan besar,” ujarnya kepada radarbanten.com saat ditemui di Setda Cilegon, Senin (26/1/2015).

Pernyataan itu dikatakan Ridwan menyinggung terkait dengan keterlambatan pihaknya menghadiri undangan rapat dengar pendapat yang digagas Komisi III DPRD Cilegon tentang pembahasan permohonan persetujuan penghapusan aset aspal Jalan Lingkar Selatan (JLS), Senin (19/1/2015) pekan lalu. Saat itu, pihaknya terlambat hingga dua jam, karena harus mempersiapkan bahan yang diminta oleh Komisi III, yakni data Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) JLS. Keterlambatan itu menyulut amarah Komisi III yang akhirnya menunda rapat itu. “Keterlambatan undangan itu bukan kali ini saja, tapi sudah sering. Kita juga tidak bisa kalau terus mendadak seperti itu,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Cilegon Wawan Hermawan yang dikonfirmasi terkait dengan hal itu membantah pihaknya kerap melayangkan undangan itu terlambat. “Yang penting kan (undangannya-red) sampai. Lagian kita layangkan itu sebelum waktunya (pelaksanaan-red),” ujarnya dengan nada enteng. (Devi Krisna)