Suparta

SERANG – Suparta, aktivis Pemuda Muhammadiyah Banten, meragukan kinerja Dewan Riset Daerah (DRD) periode 2016-2018 yang hari ini dilantik Gubernur Banten Rano Karno. Lebih dari itu, ia tidak menghendaki jika DRD digunakan untuk kepentingan politik Rano Karno.

“JKami meragukan kenirja Dewan Riset Daerah periode 2016-2018. Mereka sepertinya lahir atas kepentingan golongan, bukan berbasis kebutuhan riset pada kemajuan Banten. Jangan-jangan mereka hanya sekadar menjadi stempel kepentingan Gubernur Banten saja,” ungkap Suparta kepada radarbanten online, Rabu (24/2/2016).

Ia menilai proses perekrutan anggota DRD oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Banten yang dilakukan secara tertutup, sebagai strategi untuk mengakomodir orang-orang tertentu yang punya kedekatan dengan Rano Karno. “Saya menyesalkan perekrutan tidak dijalankan atas prinsip profesionalitas dan akuntabilitas,” ungkapnya.

Ia pun ingin melihat bukti dan karya nyata anggota DRD selama tiga tahun kedepan.

Gubernur Rano Karno tadi pagi melantik 15 anggota DRD Banten di pendopo Gubernur. Mereka adalah Mohammad Masduki, Abdul Hamid, Rahman Syahputra, Ahmad Supena, Dodi Nandika, Rapih Herdiansyah, Egi Djanuaswati, Firman Hadiansyah, Ginanjar Hambali, HMS Suhari, Jaenal Abidin, Muhamad Turizal Husen, Nanik, Rully Amrullah, dan MA Tihami. (Fauzan Dardiri)