SERANG – Dua Bakal Calon (Balon) Wali Kota pada pemilihan kepala daerah serentak 2018 mendatang, Nuraeni dan Yahnnu Setyawan memafaatkan HUT RI ke-72 untuk sosialisasi kepada masyarakat.

Hari ini keduanya melakukan aktifitas di dua tempat berbeda. Nuraeni mengunjungi masyarakat Kecamatan Taktakan, sedangkan Yhannu Setyawan di Kecamatan Kasemen.
Nuraeni endatangi warga di Kampung Padukan Sayar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Kedatangannya pun disambut baik oleh warga setempat yang berkumpul dirumah salah satu tokoh yaitu Haji Dasim.

Dalam kunjungannya, Nuraeni melakukan bacakan atau makan bersama warga setempat dengan lesehan, sambil berdiskusi, Ia pun mengatakan niatnya untuk maju pada Pilkada Kota Serang 2018 mendatang.

“Kita datang kesini untuk silahturahmi bersama warga, makanya tadi kita bacakan bersama kan. Dan minta doanya juga karena kan saya punya niatan untuk maju di Pilkada Kota Serang,” kata Nuraeni, Kamis (17/8).

Nuraeni juga mengajak kepada masyarakat untuk bersama-sama memajukan pembangunan Kota Serang.”Kita ingin bersama-sama membangun Kota Serang, seperti infrastruktur, pembangunan jalan, pendidikan, dan insha allah untuk kesehatan sejalan dengan Gubernur kita bersama-sama,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Nuraeni juga siap menampung seluruh aspirasi masyarakat dalam permasalahan apapun.”Kita memiliki komitmen. Dan siap menampung aspirasi masyarakat keluhan apapun warga nanti kita tampung,” pungkasnya.

Sementara itu, Yhannu hari ini mengunjungi warga Kelurahan Margalunyu, Kecamatan Kasemen. Senyum sumringah tampak menghias warga. Komisioner Komisi Informasi (KI) Pusat Republik Indonesia ini pun tanpa canggung mengikuti makan krupuk sebagai salah satu bentuk perlombaan.

Selain lomba makan krupuk, acara yang digelar warga setempat bareng relawan Sadulur YS itu juga menampil beragam lomba rakyat lainnya. Di antaranya, lomba balap burung, memasukan paku dalam botol, joget balon, karaoke dan tarik tambang untuk kategori dewasa.

Tidak hanya untuk orang-orang dewasa, panitia juga menggelar perlombaan untuk kategori anak-anak. Antara lain, lomba balap karung, balap kelereng, memasukan paku dalam botol, dan lari dengan balon.

Yhannu mengaku datang ke acara lomba atas permintaan masyarakat. Menurutnya, perlombaan seperti itu tidak hanya sebagai sebuah perayaan hari kemerdekaan. “Ini bentuk ekspresi kebahagiaan warga, dan yang tidak kalah penting ada semangat gotong royong yang masih terjaga. Semangat ini harus terus dipupuk sebagai modal membangun masyarakat,” katanya di sela-sela acara.

Kata Yhannu, meski terlihat sederhana, acara perlombaan yang digelar warga juga memberikan pendidikan bagi masyarakat untuk siap berkompetisi. Terlebih, ke depan masyarakat akan dihadapkan pada persaingan global. “Dari sini kita belajar berkompitisi, fairplay tapi tetap dengan semangat guyup rukun,” katanya

Mantan penjabat Dekan Fakultas Hukum Universitas Mathlaul Anwar ini mengatakan, sangat penting semangat kebangsaan terus ditanamkan kepada masyarakat. Sebab, dengan semangat tersebut mereka akan mau ikut terlibat mendorong kemajuan bagi masa depan bangsanya. “Dari lingkungan terkecil seperti saya kira ini menjadi modal penting bagi pembangunan. Tinggal mereka diberi kesempatan ikut ikut terlibat dalam pembangunan yang lebih besar,” ujarnya.

Menurut Yhannu, partisipasi kritis dari masyarakat menjadi salah satu kunci suksesnya pembangunan bangsa atau daerah. “Kesadaran seperti inilah yang harus terus kita jaga. Sehingga kita bisa punya kesadaran untuk tumbuh bersama menjadikan kota ini maju,” katanya.

Karenanya, kata Yhannu, masa depan anak-anak, pemuda sebagai generasi mada depan harus dijamin dengan kualitas pendidikan dan kesehatan yang baik. Karena dari pendidikanlah penanaman pengetahuan dan kesadaran bagi masyarakat dapat diwujudkan. Termasuk nilai-nilai kearifan lokal yang sudah sejak dahulu diajarkan oleh para orang tua. “Saya kira masyarakat kita bisa maju, tinggal ada komitmen dari kita semua, khusunya penyelenggara negara menyiapkan fasilitasnya,” kata Yhannu. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)