Dua Bulan Tak Digaji, Ratusan Karyawan Demo PT Winteco

0
1.087 views
Karyawan PT Winteco Indonesia berunjuk rasa di kantor perusahaan, di kawasan Pondok Cilegon Indah, Rabu (8/1).

CILEGON – Sudah dua bulan tidak digaji, ratusan karyawan PT Winteco Indonesia mendemo kantor perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi tersebut di kawasan bisnis Pondok Cilegon Indah (PCI), Kecamatan Cibeber, Rabu (8/1).

PT Winteco Indonesia merupakan perusahaan yang berperan sebagai subkontraktor dari perusahaan PT Japan Gasoline Co (JGC) yang mengerjakan proyek pembangunan tangki kimia milik PT Vopak di Cikuasa, Kecamatan Grogol.

Ahmad Hadiri, salah satu karyawan menjelaskan, ada sekira 400 orang karyawan yang bekerja di berbagai level belum mendapatkan haknya berupa gaji selama dua bulan terakhir. Upaya klarifikasi sudah dilakukan, tetapi tidak kunjung mendapatkan penjelasan.

Menurut Hadiri, per bulan, karyawan seharusnya mendapatkan gaji dari Rp6 juta hingga Rp15 juta. Gaji itu merupakan sumber utama pendapatan para karyawan dan dibutuhkan demi kebutuhan sehari-hari.”Kami berharap pihak perusahaan segera membayar gaji tersebut sesuai dengan kesepakatan,” katanya.

Setelah didemo, manajemen PT Winteco kemudian mengizinkan perwakilan karyawan untuk berdialog menyikapi persoalan tersebut. Proses dialog berlangsung kurang lebih selama satu jam, dengan hasil, pihak perusahaan berjanji akan membayar hak karyawan pada 10 Januari dan 17 Januari mendatang.

HRD PT Winteco Indonesia Rio Pahlian enggan menjelaskan terkait persoalan tersebut. Namun menurutnya, pihak perusahaan dan karyawan sudah membuat kesepakatan terkait solusi. “Seusai duduk bersama, perusahaan akan memenuhi kewajiban,” ujarnya.

Komisi II DPRD Kota Cilegon menyayangkan hal tersebut terjadi. Anggota Komisi II Hasbi Sidik menilai, keterlambatan pembayaran gaji hingga dua bulan seharusnya tidak terjadi. “Ini perlu diklarifikasi apakah bangkrut perusahaannya atau seperti apa,” ujar Hasbi di kantor DPRD Kota Cilegon.

Hasbi mengaku akan menyampaikan persoalan tersebut ke internal Komisi II untuk dibahas dan mencari jalan untuk menindaklanjuti informasi tersebut. “Harus segera ada tindakan, saya kaget zaman sekarang masih ada perusahaan yang tidak membayar karyawannya, mereka kan kerja untuk mencari nafkah,” tutur politikus Partai Gerindra itu.

Ia pun meminta kepada Disnaker Kota Cilegon untuk segera menyikapi persoalan tersebut, agar para karyawan bisa segera mendapatkan hak-haknya. (bam/ibm/ags)