Dua Destinasi Wisata di Sukamanah Direalisasikan

Kaur Kesra Arka di Sumur Tujuh yang bakal dikelola menjadi destinasi wisata ziarah. Sumur di bawah pepohonan (di belakang Arka) itu di Kampung Bontit, RT 003, RW 002, Desa Sukamanah.

       TANGERANG – Pemerintah Desa Sukamanah, Kecamatan Jambe, telah memprogramkan pengembangan potensi wisata tahun ini. Dua tempat sekaligus bakal dijadikan destinasi wisata. Program unggulan ini tersusun dalam dokumen Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Desa Sukamanah 2018.

”Desa kami (Desa Sukamanah-red) memiliki dua potensi wisata. Yang pertama, wisata ziarah Sumur Tujuh. Kedua, Kali Cimatuk,” sebut Kepala Desa Sukamanah Darul yang diwakili oleh Kaur Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Arka.

       Menurut Arka, tahun ini, Pemerintah Desa Sukamanah tengah fokus merampungkan pembangunan kedua tempat wisata itu. Sumur Tujuh di Kampung Bontit, RT 003, RW 002, akan dijadikan destinasi wisata ziarah.

”Syukur-syukur, tahun 2020, sudah bisa dinikmati masyarakat sini (Desa Sukamanah-red) dan juga pengunjung dari luar daerah,” harap Arka.

       Sedikit cerita mengenai Sumur Tujuh. Konon, ketujuh sumur yang airnya tak pernah surut ini sudah ada sejak zaman para Wali. Namun, menurut Arka, cerita turun-temurun itu belum bisa dipastikan kebenarannya. Yang jelas, kata dia, Kampung Bontit dulunya adalah dataran tinggi menyerupai gunung. Sehingga, disebut Gunung Bontit.

Kepala Desa Sukamanah Darul

”Katanya sih, sumur ini (Sumur Tujuh-red) sudah ada dari zaman para Wali. Ya, bisa disebut napak tilas para Wali. Tapi, saya juga belum tahu pasti kebenarannya,” tegas Arka kepada Tim Saba Desa Radar Banten di lokasi Sumur Tujuh.

       Potensi Kali Cimatuk, jelas Arka, bakal dijadikan lokasi arung jeram. Kali ini terletak di Kampung Parunglawang, RT 011, RW 004. Kali di ujung Desa Sukamanah ini juga menjadi perbatasan antara Provinsi Banten dengan Provinsi Jawa Barat.

Pemerintah Desa Sukamanah, lanjut Arka, berencana menjadikan lahan di sekitar bantaran Kali Cimatuk menjadi tempat wisata alam. Nantinya, pengunjung bisa berkemah.

”Nanti, di sini (Kali Cimatuk-red) untuk arung jeram. Selama ini sih sudah banyak juga yang suka datang main arung jeram di sini. Selain warga sini (Desa Sukamanah-red), dari desa tetangga ada juga yang pernah datang. Dari luar Kabupaten Tangerang, contohnya dari Bogor juga (datang ke Kali Cimatuk-red),” ungkap aparatur Desa Sukamanah berkacamata ini.

Untuk mengelola dua destinasi wisata Desa Sukmanah itu, Arka mengatakan, Pemerintah Desa Sukamanah akan menyerahkannya pada badan usaha milik desa (BUMDes). Tahun ini, kepengurusannya sudah dibentuk.

”Kami (Pemerintah Desa Sukamanah-red) sudah membentuk kepengurusan BUMDes tahun ini. Tapi, namanya (BUMDes-red) belum. Nanti, kedua wisata itu bakal dimasukkan ke dalam BUMDes ini,” tutup Arka. (pem/rb/sub)