Nata Irawan

SERANG – Penjabat Gubernur Banten Nata Irawan angkat bicara soal direksi  PT Banten Global Development (BGD) baru yang pernah terjerat kasus korupsi. Kedua direksi tersebut yaitu Agus Ruswendi sebagai Direktur Utama dan Entis Kushendar yang juga salah satu direktur di perusahaan milik Pemprov Banten.

Ditemui Jumat (5/5) siang ini setelah membuka agenda PKK di ruang transit Pendopo Gubernur Banten KP3B,  Nata mengungkapkan latar belakang Agus dan Entis tidak perlu dipersoalkan.

“Itu kan sudah meluar SP3 nya,  itu orang baik,  kalo udah keluar SP3 nya berarti itu clear nya,” ujar Nata kepada awak media.

Menurut Nata,  pengangkatan keduanya sudah melalui prosedur.  Dokumen keduanya sudah dikaji dan lolos dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Kan kita lampirkan semua dokumen,  itu orang berhasil. Kita lihat yang baik, jangan yang buruknya,” ujar Nata.

Agus dan Entis sendiri diketahui pernah menyandang status sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi saat masih menjabat sebagai direksi di Bank BJB. Keduanya terseret kasus dugaan korupsi pemberian dan penggunaan kredit BJB Cabang Tangerang kepada PT Primer Agroindustri Makmur (PAM) pada tahun 2013. Bank BJB Cabang Tangerang mengucurkan kredit sebesar USD 14 juta untuk fasilitas kredit modal kerja pengembangan bisnis crude palm oil. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)