Dua Hari, 244 Kasus Baru

0
367 views
Sejumlah warga tidak menggunakan masker dengan baik saat ada di kerumunan, PPN Karangantu, Kasemen, Kota Serang, beberapa waktu lalu.

Disiplin Protokol Kesehatan Perlu Ditingkatkan

SERANG – Akhir pekan kemarin, tercatat ada 244 kasus baru Covid-19 di Provinsi Banten. Masih tingginya penyebaran covid di Banten mencerminkan masih rendahnya tingkat disiplin masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengungkapkan, kasus baru yang terjadi dalam sepanjang akhir pekan kemarin, masih didominasi klaster keluarga.

“Dalam dua hari tercatat ada 244 kasus baru, tersebar hampir merata di delapan kabupaten/kota,” kata Ati kepada wartawan, Minggu (18/10).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten pada Sabtu (17/10), terjadi 125 kasus baru di delapan kabupaten/kota, lima pasien diantaranya meninggal dunia. Dengan adanya penambahan kasus baru maka jumlah kasus Covid-19 di Provinsi Banten mencapai 7.503 kasus. Sementara pada Minggu (18/10) terjadi 119 kasus baru, dan lima pasien meninggal dunia.

“Data kami hingga pukul 18.00 WIB, jumlah warga Banten yang terpapar Covid-19 pada 18 Oktober mencapai 7.622 orang, di mana 1.294 masih dirawat, 6.072 orang dinyatakan sembuh, dan 256 orang meninggal dunia,” tuturnya.

Ati melanjutkan, dari 119 kasus baru pada 18 Oktober 2020, rinciannya 54 pasien dirawat, lima pasien meninggal dunia, dan 60 pasien dinyatakan sembuh. Adapun kasus baru terbanyak di Kab. Tangerang sebanyak 52 orang, Kabupaten Serang 23 orang, Kota Tangerang 16 orang, Kota Serang 12 orang, Kabupaten Pandeglang delapan orang, Kota Tangsel enam orang dan Kabupaten Lebak dua orang.

“Tapi hari ini (kemarin), tidak ditemukan kasus baru di Kota Cilegon,” tuturnya.

Kendati terjadi lonjakan kasus baru, tambah Ati, berdasarkan pemetaan zona resiko daerah tepapar Covid-19 yang dilakukan para pakar epidemiologi BNPB, enam kabupaten/kota di Banten masih berada di zona orange, sementara dua daerah masuk zona resiko tinggi atau zona merah penyebaran Covid-19 di Banten.

“Kota Tangsel dan Kabupaten Tangerang masih zona merah,” jelasnya.

Ia mengajak semua warga untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan, agar kabupaten/kota segera masuk zona hijau.

“Kalau semuanya disiplin, yang zona merah bisa segera keluar, dan yang zona orange bisa jadi zona kuning dan hijau. Ini butuh komitmen semua pihak,” ungkapnya.

Ati menegaskan, semua elemen masyarakat untuk mengimplementasikan Pergub 45 Tahun 2020 perubahan atas Pergub 38 Tahun 2020 tentang Penegakan Disiplin Penerapan Protokol Kesehatan dalam Penanganan Covid-19.

Menurutnya, dukungan semua elemen untuk melakukan edukasi dalam membangkitkan sense of crisis pandemi Covid-19 di masyarakat dinilai bisa menekan terjadinya kasus baru. “Penerapan PSBB diharapkan bisa menekan kasus baru Covid-19, kalau semuanya disiplin PSBB bisa efektif,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten, Nana Suryana menambahkan, upaya pencegahan penyebaran Covid-19 terus dilakukan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Banten. “Kami sebagai bagian dari gugus tugas terus melakukan sosialisasi pentingnya warga mengenakan masker, mencuci tangan dan jaga jarak. Meskipun hampir semua sudah mematuhi protokol kesehatan, namun masih ada sebagian kecil warga yang masih membandel sehingga harus diberikan peringatan,” jelasnya.

Terkait kasus baru, Nana mengakui mobilitas masyarakat selalu meningkat setiap akhir pekan. “Yang paling sulit dipatuhi warga adalah jaga jarak saat berada di pasar atau pun di tempat tinggalnya. Ini mesti kita tingkatkan lagi kedisiplinan warga,” ujar Nana. (den/air)