Dua Jasad Wisatawan Pandeglang Ditemukan di Pantai Wanasalam

LEBAK – Dua jasad wisatawan asal Pandeglang yang hilang terseret ombak di Pantai Bagedur, Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, pada Jumat (15/11), ditemukan di lokasi berbeda di pesisir Pantai Wanasalam, kemarin.

Jasad Puji ditemukan terlebih dahulu pada Sabtu (16/11) di Desa Sukatani, sedangkan jasad Dadan ditemukan pada Minggu (17/11) sekira pukul 16.00 WIB oleh nelayan di Desa Muara, Kecamatan Wanasalam.

Informasi yang dihimpun Radar Banten, kedua wisatawan tersebut ditemukan pada waktu dan lokasi yang berbeda oleh nelayan yang sedang mencari ikan. Tim Search and Rescue (SAR) yang menerima laporan penemuan kedua jasad itu langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengevakuasi jasad kedua wisatawan.

Selanjutnya, jasad Puji dan Dadan dibawa ke RSUD Malingping untuk divisum luar.

Nurman, nelayan Wanasalam yang juga Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Lebak mengatakan, nelayan melihat mayat mengambang di area tangkap di Binuangeun, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam.

Khawatir mayat terbawa arus ke tengah, nelayan tersebut kemudian membawa jasad Dadan dengan menggunakan perahu kincang ke pinggir pantai. Selanjutnya, penemuan mayat laki-laki tanpa identitas disampaikan ke Mapolsek Wanasalam.

“Nelayan Binuangeun menemukan sesosok mayat dalam posisi telungkup mengambang di tengah laut. Mayat tersebut kemudian dibawa ke pinggir pantai agar tidak terbawa arus laut,” kata Nurman kepada wartawan, kemarin.

Polisi dan tim SAR yang datang ke lokasi kemudian mengevakuasi jasad tersebut ke RSUD Malingping. Pihak kepolisian dan Tim SAR meyakini, jenazah tersebut merupakan wisatawan yang terseret ombak di Pantai Bagedur pada Jumat siang lalu. Oleh karena sehari sebelumnya, nelayan di Sukatani, Kecamatan Wanasalam juga menemukan satu jenazah wisatawan yang tenggelam di Bagedur.

“Dua wisatawan yang tenggelam di Bagedur terbawa arus ke arah Wanasalam. Satu orang wisatawan ditemukan di Sukatani dan satu orang lagi baru kita temukan di perairan Binuangeun,” terangnya.

Pengelola Pantai Bagedur, Kecamatan Malingping Mumu Mahmudin membenarkan, jenazah wisatawan yang terseret ombak di Pantai Bagedur telah ditemukan semuanya. Jenazah Puji ditemukan terlebih dahulu pada Sabtu, sedangkan jenazah Dadan ditemukan nelayan pada Minggu sore.”Iya, sudah ditemukan semuanya di wilayah Wanasalam. Korban langsung dievakuasi ke RSUD Malingping dan selanjutnya akan dibawa ke rumah duka di Pandeglang,” ungkapnya.

Sebelumnya, Mumu menginformasikan, proses pencarian wisatawan yang hilang di Bagedur dibagi menjadi tiga tim. Pertama tim SAR mencari dari Bagedur hingga ke Cihara melalui pinggir pantai, kedua dari Bagedur sampai ke Binuangeun, dan yang ketiga di pesisir Pantai Cikeusik, Kabupaten Pandeglang.

Proses pencarian wisatawan yang hilang pada Minggu terkendala gelombang dan angin kencang, sehingga tim SAR tidak mengoperasikan perahu karet untuk menyisir di laut. “Gelombang dan angin cukup kencang, sehingga penyisiran hanya dilakukan di pinggir pantai saja. Tim SAR jalan dari Bagedur menyisir pinggir pantai untuk mencari korban yang hilang,” jelasnya. (tur/zis)