SERANG – Lebih dari 2 juta kendaraan melintas di Jalan Tol Tangerang-Merak selama periode H-7 sampai H+7 arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Berdasarkan data tersebut, rata-rata lalu lintas Tol Tangerang-Merak sebanyak 126.509 kendaraan. Hal ini menunjukkan penurunan 9,75% bila dibandingkan dengan rata-rata lalu lintas normal harian yaitu 140.180 kendaraan.

Trafik lalu lintas tersebut juga mengalami penurunan sebesar 0,16% dari data rata-rata lalu lintas Lebaran pada periode yang sama di tahun 2017. Adanya pemberlakuan cuti bersama yang cukup panjang dibarengi dengan libur sekolah cukup berpengaruh terhadap trafik periode arus mudik dan balik tahun ini.

“Jumlah trafik tertinggi selama periode arus mudik 2018 tercatat pada 8 Juni 2018 atau H-7 yaitu sebanyak 162.964 kendaraan, sedangkan jumlah trafik tertinggi pada periode arus balik tercatat pada 26 Juni 2018 atau H+7 yaitu sebanyak 138.101 kendaraan,” ujar Ega N Boga, Kepala Divisi Operasi PT Marga Mandalasakti, dikutip dari siaran pers, Sabtu (30/6).

Ega menjelaskan, peningkatan jumlah kendaraan juga terlihat pada exit Gerbang Tol Merak, puncak tertinggi terjadi pada H-3 puncak arus mudik yaitu sebanyak 19.234 kendaraan. Jumlah itu meningkat 160,36% bila dibandingkan dengan rata-rata normal harian exit Gerbang Tol Merak yang biasa berkisar 7 ribuan kendaraan. Sedangkan pada puncak arus balik terjadi pada H+4 yaitu sebanyak 17.817 kendaraan yang masuk melalui Gerbang Tol Merak. Adapun trafik puncak arus wisata terjadi pada H+4 Lebaran, yaitu sebanyak 132.927 kendaraan.

ASTRA Tol Tangerang-Merak telah melakukan optimalisasi pelayanan lalu lintas selama arus mudik dan abalik dengan memaksimalkan operasional 89 gardu reguler yang terdapat pada 10 Gerbang Tol terdiri atas 7 gardu reversible dan 5 gardu tandem dengan komposisi Gardu Tol Otomatis (GTO) sebanyak 23 gardu terdiri atas 12 Gardu Entrance, 9 Gardu Exit dan 2 Gardu Ramp serta penambahan petugas layanan transaksi sebanyak 50 orang dari H-10 sampai dengan H+10. (Aas)