Dua Kali Dapat Suami Pengangguran Malah Bersyukur

0
177 views

Ibarat jatuh ke lubang yang sama, Edoh (37), nama samaran, buruh pabrik di Kawasan Modern Cikande dua kali mendapatkan suami pengangguran yang kerjanya cuma antar jemput istri ke tempat kerja. Tapi, dengan suami barunya ini, sebut saja Ewin (35), Edoh bisa lebih bersyukur.  

Ditemui Radar Banten di Kawasan Modern Cikande, Edoh terlihat sedang menunggu dijemput suaminya. Saat ditegur, Edoh tidak merasa risi bahkan menyambut dengan ramah. Sambil menemani menunggu suami, Edoh pun bercerita tentang pengalaman pahitnya berumah tangga.

Edoh tidak pernah menyangka kisah rumah tangganya diwarnai perceraian. Suami pertama Edoh, sebut saja Juned (40), selalu bersikap kasar dan mengatur-atur Edoh. Padahal uang makan sehari-hari dari hasil keringat Edoh bekerja. “Kerjaan dia cuma tidur sama mabok,” tukasnya.

Diceritakan Edoh, pertemuannya dengan Juned bermula saat Edoh baru lulus SMA. Waktu itu status Juned sudah bekerja dan membantu Edoh mencari pekerjaan di pabrik. Berkat jasanya itu, orangtua Edoh bersikap baik kepada Juned meski baru mengenalnya.

Juned berperawakan tinggi besar dan berwajah sangar. Namun, sikapnya di depan Edoh dan orangtua sangat santun. Setiap tanggal muda selalu membawa makanan, bahkan Edoh dibelikan pakaian dan sepatu baru. “Dia itu pinter cari muka di depan keluarga saya,” aku Edoh.

Edoh wanita cantik, kulitnya putih dan bersih. Meski tubuhnya mulai menggemuk, tapi dengan penampilan seperti anak muda yang mengenakan jeans dan jaket biru serta sepatu kets, membuat kecantikan dan kemolekan tubuh Edoh terlihat menggoda.

Tiga bulan Edoh bekerja, Juned langsung melamar. Walaupun sebenarnya Edoh tidak mau langsung menikah karena masih ingin menikmati masa muda, tetapi orangtuanya memaksa. Edoh pun tidak bisa menolak lamaran Juned. Seminggu kemudian mereka menikah dan tinggal di rumah Juned. 

 Setahun berumah tangga mereka dikaruniai anak. Tapi, sejak itu, sikap Juned berubah 180 derajat. Juned yang awalnya baik dan perhatian, menjadi kasar dan sering marah-marah. Apalagi saat Juned dipecat dari kerjaannya, setiap hari kerjaannya antar jemput Edoh dan meminta uang. “Sikap dia begitu bikin saya males kalau harus ngelayanin malem-malem,” katanya.

Tak tahan dengan sikap kasar Juned, rumah tangga mereka hanya bertahan tiga tahun. Edoh memaksa meminta cerai kepada Juned. Meski awalnya Juned tidak menanggapi permintaan Edoh, tapi setelah seluruh keluarga Edoh membantu dan mengancam Juned, akhirnya rumah tangga mereka resmi berpisah.

Setahun lebih Edoh menjanda. Edoh mengaku, sering merasa kesepian. Meski banyak lelaki datang mengajak menikah, Edoh selektif dan pilih-pilih. “Saya enggak mau dapet suami yang kasar dan pengangguran lagi,” katanya.

Akhirnya, Edoh pun bertemu dengan Ewin yang tak lain adalah rekan sekerja. Edoh awalnya menganggap Ewin teman biasa. Tapi, tidak dengan Ewin. Kata Edoh, Ewin sudah mencintainya sejak ia masih berstatus sebagai istri Juned. Ah, masa sih, Teh? “Dia sendiri yang ngomong,” kata Edoh bangga.

Ewin menyatakan cinta saat Edoh ulang tahun ke-35. Setelah merayakan hari ulang tahun bersama teman-teman, Ewin memberikan bunga dan mengatakan kalau ia ingin menjadi suami Edoh. Wih, romantis juga nih Kang Ewin. “Saya juga kaget, saking terharunya saya sampai nangis,” curhat Edoh.

Sebulan kemudian Edoh dan Ewin menikah. Tapi, baru dua bulan pernikahan, kontrak kerja Ewin di pabrik habis dan tidak mendapat jatah perpanjangan kontrak kerja. “Ya sudah deh, lagi-lagi dapet suami pengangguran,” kata Edoh

Meski begitu, Edoh mengaku, bersyukur karena Ewin tidak seperti mantan suaminya dulu yang kasar dan doyan mabuk-mabukkan. Walau tidak bekerja, Ewin bersikap perhatian dan sayang kepada Edoh. “Saya mah bersyukur saja, yang penting dapat suami baik,” akunya.

Tak lama kemudian Ewin pun datang dengan sepeda motor bersama balita di pangkuannya. Edoh pun mencium lengan Ewin, mereka pulang sambil melambaikan tangan dan senyuman kepada wartawan. Semoga langgeng selamanya ya Teh Edoh dan Kang Ewin. Amin. (mg06/zee/ira)