Dua Kampung di Banten Lama Tergenang

0
799 views
Seorang warga Kampung Sukajaya, Kelurahan Banten Lama, Kecamatan Kasemen, melintasi genangan air saat Kampung Sukajaya diterjang banjir, Sabtu (18/1).

SERANG – Sampah dan penyempitan sungai menjadi penyebab banjir di Kelurahan Banten Lama, Kasemen, Kota Serang, Sabtu (18/1) pagi. Ada 105 rumah di kampung Sukajaya dan Pamarican yang tergenang luapan air Sungai Pabean yang mengalir ke teluk Banten.

Pantauan Radar Banten, luapan air Sungai Pabean di Kampung Sukajaya masuk ke dalam rumah warga dengan ketinggian 50 sentimeter. Air meluap pukul 02.00 WIB. Bermula saat hujan deras sejak pukul 23.00 WIB. Warga mengevakuasi barang-barang berharga di atas kursi dan bagian atas rumah.

Sejak pagi, warga dibantu TNI-Polri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang langsung membersihkan tanaman eceng gondok dan sampah. Mulai dari kampung Sukajaya hingga ke bagian hilir beberapa kilo ke Teluk Banten. Minggu (19/1) siang, air sungai kembali surut, warga yang rumahnya terendam kembali bisa ditempati.

Ketua RT 001, RW 12 Kampung Sukajaya, Kelurahan Banten, Haer mengatakan, luapan air terjadi pagi hari. Malam hari hujan turun deras. Warga, harus menyelamatkan barang-barang ke tempat yang lebih atas. “Malam hari hujan turun gede. Pagi sekira pukul 02.00 WIB air mulai naik. Karena pondasi itu, air tertahan dan bikin banjir,” ujarnya kepada Radar Banten, Sabtu (18/1).

Tidak semua rumah terendam. Hanya yang berada dataran bawah saja yang kena banjir. Ia bersama warga melaporkan kejadian ke pihak kelurahan. “Alhamdulillah, pagi harinya pihak kepolisian, Babinsa, dan BPBD sudah ada di lokasi ikut membantu membersihkan saluran air. Penyebabnya penyempitan. Ada fondasi di bagian pas belokan air. Dulunya luas, sekarang menyempit, ditambah tumpukan sampah,” sambungnya.

Lurah Banten Lama, Hizbullah mengaku, setelah mengetahui kejadian banjir berkoordinasi dengan BPBD hingga Dinsos. Ada dua kampung yang terdampak yakni Sukajaya dan Pamarican. Selain itu SDN Pamarican 1 dan 2 juga terendam.

Walikota Serang Syafrudin  meminta Dinas PU, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), BPBD, dan stakeholder terkait untuk menyelesaikan masalah tersebut. “Semoga banjir segera berlalu dan para siswa bisa kembali bersekolah seperti sedia kala,” ujarnya saat mengunjungi lokasi banjir, Minggu (19/1).

Ia mengatakan, gerakan kebersihan, keindahan, dan ketertiban ini akan terlaksana dengan baik, jika ditunjang oleh peran aktif dan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat, TNI, Polri, dan pemerintah daerah. “Kerja sama yang baik perlu dibina dan dijalin secara terus menerus dan berkesinambungan agar terwujud lingkungan yang bersih dan nyaman,” ujarnya.

Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari warga penyebab meluapnya air ke perkampungan karena pembuatan fondasi di pinggir sungai. Ia meminta agar aparat pemerintah dan kepolisian menyelidiki pembuatan fondasi yang menyebabkan penyempitan kali. “Ini saya meminta aparat kelurahan dan kepolisian menyelidiki kepemilikan tanahnya. Kalau ada surat berarti ada oknum,” katanya saat mengunjungi lokasi banjir.

Kapolsek Kasemen AKP Cuaib mengatakan, kepolisian akan menindaklanjuti warga yang membangun rumah dan pembuatan fondasi pembatas di pinggir kali. “Kita lakukan penyelidikan keabsahannya, seperti apa, termasuk kepemilikan empang di hilir air. Kita tidak segan akan memproses secara hukum jika ada pelanggaran,” pungkasnya. (fdr/alt/ags)