Dua Kantor UPT DKPP Cilegon Ludes Terbakar

Dua kantor Unit Pelayanan Teknis (UPT) pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon ludes terbakar, Rabu (9/5).

JOMBANG – Dua kantor Unit Pelayanan Teknis (UPT) pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon ludes terbakar, Rabu (9/5) lalu. Kerugian akibat kebakaran itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Dua UPT yang terbakar itu di antaranya Kantor Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) dan Kantor UPT Perikanan yang berada di Lingkungan Samandaran, Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang. Dua kantor itu berada dalam satu kawasan.

Salah satu pegawai UPT Perikanan, Edwin Maulana menuturkan, kebakaran itu terjadi sekira pukul 14.00. Api pertama kali muncul dari dekat ruangan kantor UPT KPT. “Di luar itu, terus merambat ke mana-mana,” ujar pria yang berada di lokasi saat kebakaran terjadi.

Menurutnya, api pertama kali diketahui oleh salah satu temannya yang benama Ari. Edwin yang sedang berada di UPT Perikanan kaget mendengar teriakan kawannya yang juga sesama pegawai UPT itu. “Api, api. Kebakaran, katanya begitu teriak, kita kaget lihat api gede,” ujarnya.

Dalam waktu singkat, menurut Edwin, api langsung merambat ke dalam ruangan dan membakar berkas-berkas serta alat-alat kantor yang mudah terbakar. Pemadam kebakaran pun langsung dihubungi oleh pegawai untuk bisa memadamkan api.

Saat ditanya sumber api, Edwin mengaku, tidak mengetahui secara persis, tetapi, lanjut Edwin, dekat pertama kali api ditemukan adalah area semak-semak. “Tahu ada yang ngebakar sampah atau apa, belum tahu. Tahunya api sudah besar,” katanya.

Sementara itu, Kepala DKPP Kota Cilegon Wawan Hermawan menjelaskan, akibat kebakaran itu, arsip-arsip serta berkas milik dua UPT itu ludes terbakar. Tidak hanya arsip serta dokumen kantor, barang berharga lainnya pun ikut ludes dilalap api.

Salah satu barang berharga yang terbakar adalah dua unit traktor milik DKPP. Dua alat pertanian itu ikut hangus terpanggang si jago merah bersama barang-barang lainnya. “Komputer juga terbakar, traktor itu kita punya lima, tiga sedang dipakai di luar, dua yang terbakar,” katanya.

Meski tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu, tapi perhitungan sementara, kerugian yang dialami DKPP akibat kebakaran mencapai Rp350 juta. “Kita akan mendata dulu apa saja yang benar-benar tidak bisa diselamatkan,” ujarnya.

Ditanya terkait penyebab kebakaran, Wawan mengaku belum mengetahuinya. Untuk mencari tahu hal itu, Wawan menyerahkan kepada pihak yang berwajib. Yang akan dilakukan pihaknya sementara itu adalah pendataan kerugian serta tindak lanjut untuk perbaikan gedung.

Kepala Seksi Penyelamatan Evakuasi dan Perlindungan Hak Sipil pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cilegon Ivan Zaenudin menjelaskan, untuk memadamkan api, pihaknya mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran. “Akibat banyaknya barang-barang yang mudah terbakar di dalam kantor, api pun membakar isi kantor, khususnya dokumen,” ujarnya. (Bayu M/RBG)