Dua Kurir Sabu Divonis Seumur Hidup

0
1.760 views

SERANG – Muazir alias Padir alias Kadir (50) dan Riski Ariananda alias Riski (28) divonis pidana penjara selama seumur hidup oleh majelis hakim dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Selasa (18/2). Keduanya dinilai telah terbukti sebagai kurir narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 36,4 kilogram (kg).

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa (Muazir dan Riski-red) dengan pidana selama seumur hidup dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” ujar Ketua Majelis Hakim Wisnu Rahadi.

Perbuatan kedua terdakwa menurut majelis hakim telah memenuhi unsur dalam 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 132 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Sebagaimana dalam dakwaan primair,” kata Wisnu.

Diuraikan dalam putusan, upaya penyelundupan narkoba golongan satu bukan tanaman tersebut bermula pada Rabu 15 Mei 2019 sekira pukul 15.00 WIB. Muazir ketika itu dihubungi oleh Ridwan (buron) untuk mengambil sabu-sabu dari Riski di Kabanjahe, Sumatera Utara (Sumut). Sekira pukul 15.30 WIB, warga kelurahan Puji Dadi, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Provinsi Sumut itu berangkat menggunakan sebuah truk colt diesel bak kayu nopol BK 9494 EN kemudian menemui Riski.

“Terdakwa menerima sebanyak dua tas jinjing warna hitam dan tas punggung warna pink,” kata Wisnu.

Riski kemudian meminta kepada Muazir untuk menyembunyikan kedua tas tersebut di dinding truk. Sebelum berangkat ke Jakarta, Muazir membuang kedua tas tersebut dan mengeluarkan 35 bungkus sabu-sabu. Untuk menutupi sabu-sabu tersebut, Muazir lalu membeli sayur dan dimasukan ke dalam bak truk di daerah Tebing Tinggi.

Minggu 19 Mei 2019 sekira pukul 10.00 WIB Muazir bersama sopir cadangan Surya alias Wak Jon melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Rabu 22 Mei 2019 sekira pukul 01.00 WIB Muazir parkir di SPBU di KM 2, Cikuasa Atas Kelurahan Gerem, Kecamatan Gerogol, Kota Cilegon. Saat sedang parkir tersebut Muazir ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN). “Ditemukan barang bukti 35 bungkus narkotika berupa sabu-sabu ditemukan di dinding truk,” ujar Wisnu.

Petugas BNN yang menemukan barang bukti tersebut kemudian membawa Muazir ke kantor BNN Pusat di Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selang satu jam penangkapan dari Muazir, petugas BNN mengamankan Riski di rumahnya Kelurahan Gampong Jawa, Kecamatan Langsa, Kota Langsa, Provinsi Aceh. Berdasarkan pengakuannya, Riski mengaku mendapat perintah dari Ridwan (buron) untuk mengirimkan sabu-sabu tersebut kepada Muazir dengan imbalan Rp13 juta.

Atas vonis tersebut, kuasa hukum kedua terdakwa Heri Kusmawan dan JPU Kejari Cilegon Wandy Batubara menyatakan pikir-pikir. (Fahmi Sa’i)