CILEGON – Lingkungan Penauan dan Pintu Air, Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan terendam banjir, Jumat (9/2). Tak ayal, air pun masuk ke sejumlah rumah warga. Bahkan untuk di akses jalan lingkungan, ketinggian air mencapai setinggi lutut kaki orang dewasa.

Menurut warga setempat Sahrudi, kawasan Ciwandan memang sudah menjadi daerah langganan banjir yang perlu perhatian serius dari pihak pemerintah. Kata dia, banjir terjadi bukan saat hujan lebat sedang turun. Namun seperti banjir kiriman.

“Disini memang sudah menjadi langganan banjir. Tapi sudah bertahun-tahun kenapa tidak juga mendapat penanganan serius dari pemerintah,” ujarnya.

Tokoh masyarakat Ciwandan, M Ibrohim Aswadi juga turut menjadi korban materil akibat banjir ini. Kolam pemancingan ikannya yang belum sepekan di buka sama rata tertutupi genangan air hingga ikan-ikan yang berada di dalamnya hanyut terbawa air.

“Banyak faktor yang menjadi penyebab banjir, diantaranya kawasan industri yang memakai fasilitas kawasan hilir, penyempitan saluran Kali di rel PT. KAI, daerah aliran kali (DAK) yang tidak terintegrasi dari hulu sampai ke hilir,” katanya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon Rasmi Widyani mengaku sudah mengerahkan jajarannya untuk meninjau lokasi kebanjiran itu. “Tim sudah disana dan sedang disiapkan bantuan logistik,” ucapnya singkat. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)