Dua Orang Diduga Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Waringinkurung

Rumah korban pembunuhan di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang.

SERANG – Satu keluarga di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, menjadi korban pembunuhan sadis, Selasa (13/8). Rustadi (33) dan anaknya Alwi yang masih berusia empat tahun tewas di lokasi, Sementara istri Rustadi, Siti Sadiyah (24), dalam kondisi kritis.

Dua korban meninggal dibawa ke RSUD dr Dradjat Prawiranegara Serang pukul 10.00 WIB untuk kepentingan autopsi. Hingga pukul 20.00 WIB tadi malam, autopsi masih berlangsung. Sementara korban kritis, Sadiyah, dibawa ke RSUD Kota Cilegon untuk menjalani perawatan intensif.

Polisi menduga ada dua orang yang menjadi pelaku pembantaian keluarga Rustandi yang berprofesi sebagai kuli bangunan itu. Kedua pelaku saat ini masih dalam proses pencarian.  “Jumlahnya ada dua orang (terduga pelaku-red),” ujar Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Firman Affandi saat dihubungi Radar Banten, kemarin (13/8).

Kedua pelaku tersebut diketahui mendatangi rumah korban pada Selasa dini hari sekira pukul 01.00 WIB. Keduanya masuk ke dalam rumah korban melalui pintu depan. “Awalnya pintu itu terkunci, cuma karena ada yang mengetuk pintu dibukakanlah pintu itu oleh istri korban,” kata Kapolres.

Setelah pintu terbuka, dua terduga pelaku merangsek masuk ke dalam rumah dan melakukan penganiayaan. Polisi telah mendapatkan petunjuk mengenai dua terduga pelaku tersebut. Namun, petunjuk tersebut masih dirahasiakan polisi karena kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan dan pencarian terhadap terduga pelaku. “Pokoknya sudah ada petunjuk,” tegas Kapolres. 

Dia mengatakan, polisi tidak menemukan senjata tajam (sajam) pelaku yang dijadikan alat untuk menghabisi nyawa korban. Polisi juga tidak menemukan barang berharga milik korban yang hilang sehingga kasus tersebut bukanlah perampokan. “Enggak ada yang hilang,” kata Kapolres.

Sementara Kasatreskrim Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ivan Adhitira menambahkan, pembantaian satu keluarga itu diperkirakan terjadi sekira pukul 01.00 hingga 05.00 WIB.  “Diduga ini pembantaian satu keluarga. Si bapak dan anak sudah meninggal, sedangkan si ibu kritis. Untuk si bapak mengalami luka tusukan di bagian kepala, ada sekira tiga tusukan,” terang Kasat di lokasi kejadian.

Sedangkan Alwi tidak ditemukan ada luka sayatan benda tajam, kemungkinan meninggal akibat benda tumpul atau bantingan. “Sedangkan si ibu luka di bagian belakang, pipi, dan bawah dagu,” ujarnya. Satu keluarga itu dibantai di ruang tamu.

Dia menuturkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait motif pembantaian satu keluarga tersebut. “Ini masih kita dalami apakah murni perampokan atau pembunuhan, tim identifikasi sedang olah TKP meminta keterangan keluarga apakah ada barang-barang keluarga yang hilang,” tutur Kasat. (mg05/ira)