Dua Pekan, 1.803 Kasus Naik

0
303 views

Klaster Industri Penyebab Cilegon Zona Merah

SERANG – Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Banten menyebutkan, terjadi peningkatan kasus baru penyebaran Covid-19 akibat penegakan hukum protokol kesehatan belum optimal di sejumlah daerah.

Hingga kemarin (17/11), tercatat ada 11.228 warga Banten terpapar covid, 340 di antaranya meninggal dunia. Jumlah ini meningkat drastis dibanding dua pekan sebelumnya pada 1 November 2020. Angka penyebaran orang yang terpapar covid masih di angka 9.425 dengan jumlah kematian 295 orang. Itu artinya, ada peningkatan 1.803 kasus orang terpapar covid. Sementara dalam dua pekan lebih ada penambahan 45 orang pasien yang meningga dunia.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten, dalam dua hari terakhir terjadi 309 kasus baru. Pada Senin (16/11) tercatat 183 kasus baru, sementara pada Selasa (17/11) ada 126 kasus baru. Akibatnya, Kota Cilegon kembali masuk zona merah penyebaran Covid-19, sedangkan Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Pandeglang yang sebelumnya zona kuning kembali masuk zona orange, menyusul lima kabupaten/kota lainnya yang sebelumnya berada di zona orange.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengungkapkan, berdasarkan pemetaan zona resiko daerah tepapar Covid-19 yang dilakukan para pakar epidemiologi BNPB pada Minggu (15/11), penyebaran kasus covid di Kota Cilegon, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Pandeglang mengalami peningkatan. Sementara lima daerah lain terjadi kenaikan namun tidak terlalu tinggi sehingga tetap di zona orange.

“Kota Cilegon masuk zona merah lantaran terjadi klaster industri, sementara Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Pandeglang masih didominasi klaaster keluarga,” kata Ati kepada Radar Banten, Selasa (17/11).

Naiknya kasus penyebaran covid-19 di Banten disebabkan tiga hal, yaitu dampak dari libur panjang yang kurang disiplin protokol kesehatan sejak dua pekan lalu, dibukanya kegiatan yang mengakibatkan orang berkerumun tanpa protokol kesehatan ketat seperti kegiatan car free day (CFD), dan belum masifnya penegakan protokol kesehatan di setiap tempat-tempat umum, perkantoran, pariwisata dan  dunia usaha.

“Berdasarkan pemetaan zona resiko, Kota Tangsel dan Kota Serang juga rawan kembali masuk zona merah,” bebernya.

Ia melanjutkan, berdasarkan hasil evaluasi  perkembangan data terbaru para pakar epidemiologi BNPB, urutan zona resiko Covid-19 di Provinsi Banten berdasarkan nilai resiko menyebutkan, Kota Cilegon berada di zona merah dengan nilai 1,8. Sementara Kota Tangsel masuk zona orange dengan nilai 2,08, disusul Kabupaten Serang 2,1, Kabupaten Pandeglang 2,3, Kota Tangerang 2,23, Kabupaten Lebak 2,23, Kota Serang 2,26, dan Kabupaten Tangerang 2,36.

“Penilaian zonasi ini dilihat dari epidemiologi, surveilans kesehatan dan pelayanan kesehatan yang keseluruhan indikator berjumlah 15. Di mana zona merah nilainya 0-1,8, orange 1,9-2,4, kuning 2,5-3 dan hijau untuk yang tidak ada kasus,” beber Ati.

Ati yang juga menjabat Kepala Dinkes Banten ini menyebutkan, adanya penambahan 309 kasus baru pada dua hari terakhir membuat jumlah kasus Covid-19 di Provinsi Banten mencapai 11.228 kasus.

“Data kami hingga pukul 18.00 WIB, jumlah warga Banten yang terpapar Covid-19 hari ini (kemarin) mencapai 11.228 orang, di mana 1.653 masih dirawat, 9.235 orang dinyatakan sembuh, dan 340 orang meninggal dunia,” tuturnya.

Terkait upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Banten, Ati mengajak semua elemen masyarakat untuk mengimplementasikan Pergub 45 Tahun 2020 Perubahan atas Pergub 38/2020 tentang Penegakan Disiplin Penerapan Protokol Kesehatan dalam Penanganan Covid-19.

Menurutnya, dukungan semua elemen untuk melakukan edukasi dalam membangkitkan sense of crisis pandemi Covid-19 di masyarakat dinilai bisa menekan terjadinya kasus baru. “Bagi yang positif covid tanpa gejala atau dengan gejala ringan yang memilih isolasi mandiri, saya minta untuk disiplin menerapkan tata cara isolasi mandiri yang benar agar tidak menjadi pemicu bertambahnya klaster keluarga. Sedangkan bagi perusahaan, wajib mematuhi aturan agar tidak semakin banyak klaster industri,” urai Ati.

Kemarin, 126 kasus baru tersebar merata di delapan kabupaten/kota, dimana paling banyak di Kabupaten Tangerang sebanyak 36 kasus, disusul Kota Tangerang 30 kasus, Kota Cilegon 22 kasus, Kota Tangsel 16 kasus, Kota Serang 15 kasus, Kab Pandeglang lima, Kabupaten Serang satu dan Kabupaten Lebak satu kasus.

PENEGAKAN PROKES

Sementara itu, menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putra, ada beberapa hal yang menyebabkan hal itu terjadi, salah satunya adalah penegakan prokes yang dinilai masih lemah.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil asesmen menunjukkan beberapa faktor yang membuat status zona berubah menjadi lebih buruk.

“Belum masifnya penegakan protokol kesehatan disetiap tempat-tempat umum, perkantoran, pariwisata dan usaha,” ujar Aziz, Selasa (17/11).

Selain itu, masih adanya kegiatan yang melibatkan banyak orang dan mengakibatkan terjadinya kerumunan, salah satunya adalah car free day (CFD).

Penyebab lainnya, lanjut Aziz, adalah kurang masifnya tracing dan screening swab.

“Menyikapi itu ada beberapa rencana yang akan dilakukan, pertama mem-breakdown indikator penilaian oleh Kemenkes terhadap penentuan zona, yang masih rendah kita tingkatkan,” ujar Aziz.

Langkah lainnya, kembali melaksanakan pembatasan jam operasional mal, resto dan tempat kegiatan bisnis lainnya. “Untuk sementara hal-hal yang menyebabkan kerumunan harus kita hindari atau tutup terlebih dahulu, misal CFD,” ujarnya.

Aziz melanjutkan, pemerintah dan semua pihak harus mengambil resiko antara faktor ekonomi dan kesehatan, namun izin menggaris bawahi ini sifatnya sementara, kalau sudah kuning bisa dilonggarkan.

“Dan ini ke depan akan selalu berlaku, merah kita ketatkan kemudian bisa turun orange, saat kita longgarkan akan naik lagi ke merah. Kita harus mulai terbiasa dengan situasi ini,” ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Cilegon, Dana Sujaksani mengatakan, kasus kematian akibat positif corona juga mengalami peningkatan dalam sepekan terakhir. “Kita harus waspadai yang saat ini sedang dirawat 99 orang. KAlau yang sembuh 872 orang, tingkat kesembuhan masih tinggi,” cetusnya.

Dengan meningkatnya kasus tersebut, kata Dana, pihaknya bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan melakukan evaluasi terkait potensi keramaian massa. Pihaknya juga akan memerketat penerapan protokol kesehatan. “Pendisiplinan penerapan protokol kesehatan akan kita perketat,” ujarnya. (den-bam/air)