Dua Pelajar Diduga Berbuat Mesum di Parkiran Mal

SERANG – Sepasang sejoli yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas di Kota Serang yang diduga sedang berbuat mesum dalam minibus parkiran Mal Ramayana Serang, Selasa (19/11) malam, ketahuan petugas keamanan.

Keduanya yang panik lantas berusaha melarikan diri. Nahas minibus tersebut menabrak portal parkir dan sebuah minibus di depannya. Sebelum diamankan polisi, remaja lelaki yang berada di dalam mobil sempat menjadi sasaran amukan warga karena dituduh sebagai pencuri.

Sejoli berinisial J dan S tersebut kedapatan sedang berada dalam mobil sekira pukul 20.00 WIB. Ketika itu salah satu petugas keamanan Mal Ramayana bernama Ubay sedang melakukan patroli rutin di parkiran. Dia lalu melihat sebuah minibus yang terpakir dalam kondisi mesin masih menyala dan di tempat sepi. Minibus berwarna silver tersebut lantas didatangi untuk diperiksa.

Saat Ubay semakin mendekat, mesin minibus tersebut tiba-tiba saja mati. Kemudian mobil tersebut bergoyang. Saat diintip sepasang remaja terlihat seperti sedang berbuat mesum. “Mereka lagi mesum,” ujar Edi saksi mata sekaligus petugas parkir di depan Mal Ramayana, Rabu (20/11).

Panik kedapatan berbuat senonoh remaja lelaki berinsial J lalu menyalakan mesin dan meninggalkan lokasi. Namun karena diduga saking paniknya J malah menerobos portal parkir. “Portalnya sempat ditabrak. Habis itu dia nabrak mobil Innova,” kata Edi.

Karena terhalang minibus didepannya, J tidak bisa lagi melarikan diri. Polisi yang kebetulan berada di dekat lokasi merampas kunci minibus. Warga ramai berduyun sempat memukuli J karena diduga sebagai pencuri. Polisi bersama petugas TNI membawa J dan S ke pos polisi.
“Saat dibawa ke pos polisi cowoknya udah enggak pakai baju. Tapi kalau ceweknya masih pakai seragam sekolah,” kata Edi.

Dari informasi yang dia peroleh, pihak keluarga kedua sejoli tersebut telah men menjemput keduanya. “Ada keluarganya yang datang (ke pos polisi-red). Keduanya sudah dibawa pulang,” ucap Edy.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Serang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Indra Feranita membenarkan kasus tersebut. Namun demikian dia mengetahui secara detail kejadian tersebut karena sudah diserahkan kepada keluarganya. “Sudah dilakukan mediasi tapi saya enggak tahu dimana. Mereka itu semuanya pelajar,” kata Indra. (Fahmi Sai)