Dua Politisi Golkar Isi Posisi Strategis di PCM

CILEGON – Dua politikus Partai Golkar, yaitu Fakih Usman dan Budi Mulyadi mendapat posisi strategis di PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM). Fakih yang merupakan mantan ketua DPRD Cilegon didapuk sebagai komisaris, sedangkan Budi yang juga eks anggota DPRD Cilegon sebagai direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM).

Penunjukan Fakih dan Budi dilakukan melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) pada Selasa (14/1). Masuknya Fakih dan Budi menambah daftar politisi Golkar yang menjadi pejabat di BUMD milik Pemkot Cilegon tersebut. Sejak April 2019, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Arief Rivai Madawi sudah terlebih dahulu menduduki jabatan direktur utama (dirut) di perusahaan tersebut.

Menyikapi hal itu, Wakil Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati menilai penunjukan Fakih sebagai komisaris dan Budi sebagai direktur tidak berkaitan dengan latar belakang keduanya sebagai politikus Partai Golkar.

Ati yang juga wakil ketua DPD Partai Golkar Kota Cilegon berkilah, pemerintah menunjuk keduanya atas pertimbangan profesional, bukan atas dasar kepentingan partai atau hal lain di luar urusan bisnis perusahaan. “Semua sudah sesuai dengan tahapan mekanisme. Enggak ada masalah, ini murni profesional, hanya untuk mengisi kekosongan,” ujar Ati, Kamis (16/1).

Menurut Ati, penunjukan keduanya disepakati melalui RUPS yang antara lain dihadiri Walikota Cilegon Edi Ariadi, Sekda Sari Suryati, Komisaris PCM Abdul Hakim Lubis, dan Dirut PCM Arief Rivai Madawi. “Ini mekanisme resmi dan legal karena sesuai dengan peraturan perusahaan,” tegas Ati.

Mantan kepala Bappeda Cilegon itu berharap, dengan terpenuhinya pengisian jajaran komisaris dan direksi, tujuan pendirian PT PCM bisa tercapai, yaitu menjadi perusahaan daerah yang menghasilkan pendapatan yang digunakan untuk kepentingan pembangunan dan masyarakat.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Fakih Usman mengaku belum mendapatkan informasi dari Pemkot Cilegon maupun PT PCM terkait penunjukan dirinya sebagai komisaris. “Baru tahu saya. Kalau pun iya, saya akan berusaha mengemban kepercayaan itu sebaik mungkin. Salah satunya mendorong percepatan pembangunan pelabuhan,” ujarnya.

Sedangkan Budi Mulyadi mengaku bersyukur mendapatkan kesempatan bergabung dengan PT PCM. “Semoga saya dapat melaksanakan amanah dan bekerja dengan baik. Maaf saya belum bisa banyak berkomentar, masih menunggu SK,” jelas Ketua Koni Cilegon itu.

Secara terpisah, Dirut PT PCM Arif Rifai Madawi enggan memberi tanggapan banyak terkait posisi Fakih dan Budi. “Itu sudah menjadi kewenangan pemegang saham, saya sebagai operator ya mengikuti kebijakan saja,” ujar mantan ketua DPRD Cilegon periode 2009-2014 itu. (bam-ibm/ira)