Dua Rumah Ambruk Disapu Angin Kencang 

SERANG – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Serang kembali menelan kerugian material. Jika sebelumnya satu rumah ambruk di Kampung Bojongherang, Desa Pamanuk, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang.

Jumat (10/1), terjangan angin kencang disertai hujan deras menyebabkan dua rumah semi permanen di wilayah Kecamatan Kibin dan Carenang ambruk. Kondisi kedua rumah saat ini rusak berat.

Pantauan Radar Banten di lokasi kejadian, Kampung Sindang, Desa Nagara, Kecamatan Kibin, pemilik rumah dibantu Babinsa tampak membereskan dan mengevakuasi puing-puing bangunan rumah yang ambruk. Kondisi rumah hanya menyisakan fondasi.

Camat Kibin Imron Ruhyadi mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang dan Pemerintah Desa Nagara untuk membantu warga yang rumahnya ambruk.

“Karena cuaca ekstrem, ada rumah warga yang ambruk,” ungkap Imron.

Imron mengaku, pihaknya sudah menyalurkan bantuan berupa uang untuk membeli perlengkapan logistik pemilik rumah. Pemilik rumah, kata Imron, bernama Masna (66), berprofesi sebagai buruh harian lepas yang tinggal bersama istri dan tiga anaknya.    

“Alhamdulillah penghuni rumah dalam keadaan sehat, tidak ada korban jiwa. Sekarang mereka menumpang tinggal di rumah tetangga,” ungkap mantan kepala Bagian Umum RSUD dr Dradjat Prawiranegara (RSDP) itu. 

Atas kejadian itu, Imron mengimbau warganya agar selalu waspada selama musim penghujan karena curah hujan selalu tinggi disertai angin kencang. “Kami harap warga berhati hati dan tetap waspada,” imbaunya.

Sementara rumah yang ambruk akibat terjangan angin kencang lainnya berlokasi di Kampung Bayongbong, Desa Pamanuk, Kecamatan Carenang. Kondisi rumah rusak berat dan kerugiannya diprediksi menelan angka Rp15 juta. 

“Rumah ambruk lagi. Tadi (kemarin-red) saya sudah ke sana (lokasi kejadian-red) dan koordinasi ke BPBD,” ujar Camat Carenang Samsuri.

Diungkapkan Samsuri, rumah ambruk merupakan milik Sumyati (27), seorang karyawati. Kejadian berlangsung sekira pukul 15.15 WIB. Sebagian rumah yang ambruk masih bisa digunakan karena yang ambruk hanya di ruang tamu. 

“Sumyati dan dua anaknya masih tinggal di rumah itu. Masih ada ruangan yang bisa ditempati. Tapi, kita akan segera berikan bantuan kok,” tukasnya. 

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengaku, sudah menerjunkan tim untuk melakukan validasi data. “Kami pastikan tidak ada korban jiwa atas kejadian ini,” tegasnya.

Dijelaskan Nana, saat ini korban membutuhkan beberapa bantuan logistik seperti family kit, peralatan kebersihan, terpal, baby kit, dan makanan. “Kami sudah berikan bantuan sederhana,” pungkasnya. (Haidar)