Dua Rumah di Warunggunung Ludes Terbakar

Sejumlah warga Kampung Pangasih Kopi, Desa Sukaraja, Kecamatan Warunggunung, membersihkan puing-puing bangunan yang ludes terbakar, kemarin.

WARUNGGUNUNG – Dua rumah warga di Kampung Pangasih Kopi, Desa Sukaraja, Kecamatan Warunggunung, ludes dilalap si jago merah pada Selasa (4/9), pukul 11.00 WIB. Dugaan sementara, kebakaran di rumah panggung tersebut akibat hubungan pendek arus listrik.

Pantauan Radar Banten di lokasi, dua rumah warga kurang mampu tersebut rata dengan tanah. Kepulan asap masih tampak keluar dari puing-puing bangunan. Sementara itu, masyarakat masih berada di lokasi untuk melihat kondisi bangunan yang hangus terbakar. Akan tetapi, petugas pemadam kebakaran dari Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lebak sudah tidak tampak di lokasi.

Hendra, kerabat korban menyatakan, kebakaran pertama kali terjadi di rumah Anah. Setelah itu, api merambat ke rumah Kamsiah yang berada di sampingnya. Warga yang mengetahui terjadinya musibah itu langsung melakukan upaya pemadaman dengan menggunakan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil maksimal karena api cepat membesar dan menghanguskan dua rumah panggung tersebut.

“Kondisi rumah kosong karena penghuninya sedang mengikuti pengajian. Sementara itu, suami Kamsiah kerja di Jakarta,” kata Hendra kepada wartawan, kemarin.

Sejumlah warga setempat, lanjutnya, sempat menghubungi pemadam kebakaran di Dinas Satpol PP Lebak. Dua unit mobil damkar tiba di TKP (tempat kejadian perkara) satu jam setelah kebakaran, tetapi api di lokasi kebakaran sudah padam. Para petugas damkar kemudian hanya melakukan pendinginan agar bara api tidak muncul kembali. “Petugas damkar hanya melakukan pendinginan di lokasi kebakaran. Mereka datang terlambat karena ketika petugas dan mobil damkar datang, api sudah mulai padam,” jelasnya.

Hendra berharap, Pemkab Lebak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial secepatnya memberikan bantuan kepada korban kebakaran. Soalnya, para korban tidak punya apa-apa lagi. Barang-barang rumah tangga, pakaian, dan rumah sudah rata dengan tanah. Para korban kini membutuhkan bantuan tanggap darurat dan bantuan material bangunan untuk membangun kembali rumahnya yang telah habis terbakar. “Untuk sementara korban kebakaran akan mengungsi ke rumah kerabatnya yang ada di sini,” paparnya.

Petugas damkar Dinas Satpol PP Kabupaten Lebak Ana Wakhyudin membenarkan, kebakaran telah menghanguskan dua unit rumah di Warunggunung. Tim damkar diterjunkan ke TKP untuk melakukan upaya pemadaman dan pendinginan. “Dua rumah yang terbakar. Dugaan sementara, kebakaran akibat korsleting listrik,” ungkapnya.

Camat Warunggunung Sehabudin mengatakan, sudah melaporkan musibah kebakaran yang terjadi di Sukaraja kepada bupati Lebak, BPBD, dan Dinsos Lebak. Harapannya, BPBD dan Dinsos segera menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada korban. Bantuan tersebut diyakini dapat mengurangi beban penderitaan masyarakat yang menjadi korban kebakaran. “Laporan sudah kita sampaikan kepada BPBD dan Dinsos Lebak. Kita harap, masyarakat dapat lebih waspada lagi di musim kemarau,” katanya.

Diketahui, pada Senin (3/9) lalu, musibah serupa terjadi di gudang kelapa sawit milik PT Perkebunan Nusantara VIII Kertajaya di Banjarsari. Kebakaran di tempat itu juga cukup dahsyat, mengakibatkan kerugian yang cukup besar karena kelapa sawit dan gedung yang menjadi gudang perusahaan ludes terbakar. (Mastur/RBG)