Dua Tim Australia Ikuti Lomba Perahu Festival Cisadane

0
148 views
Para peserta lomba dragon boat atau perahu naga mulai mendayung usai pengibaran bendera start, Sabtu (27/7) lalu. Foto: Alwan/Radar Banten

TANGERANG – Berbagai lomba tersaji dalam Festival Cisadane 2019 hingga 3 Agustus mendatang. Di antaranya lomba dayung dragon boat atau perahu naga, lomba silat dan kejuaraan tinju.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Engkos Zarkasyi mengatakan, lomba perahu naga diikuti 12 tim yang berasal dari lokal, regional dan mancanegara. Mulai dari tim Kota Tangerang, kota kabupaten lain se-Provinsi Banten hingga Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Purwakarta, Jakarta pun juga turut serta dalam lomba ini.

“Bahkan, Australia mengirimkan dua timnya dalam lomba perahu naga,” katanya kepada Radar Banten saat ditemui di Gedung Nyimas Melati, Kecamatan Tangerang, Sabtu (27/7) lalu.

Engkos mengungkapkan, ada dua kategori yang dilombakan dalam perahu naga. Kedua kategori itu yakni jarak tempuh 500 dan 300 meter dengan tim putra, putri dan peserta campuran. ”Untuk peserta dari Australia hanya ikut yang kategori jarak 300 meter saja,” kata mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang itu.

Sementara itu, Kabid Olahraga Dispora Kota Tangerang Agus Prasetyo mengungkapkan, perlombaan pencak silat pertama kali hadir di Festival Cisadane ke-9. Lomba tersebut ikut disertakan untuk membumikan kembali olahraga bela diri itu.

“Kami ingin melengkapi festival dengan silat, untuk peserta yang ikut ada 22 perguruan pencak silat dari Banten, Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), hingga Jawa Barat dan Jawa Timur,” urainya.

Agus mengatakan, kategori yang dilombakan meliputi penampilan pencak silat per orangan, berpasangan, dan per kelompok. Untuk peserta yang mengikuti lomba yakni kalangan pelajar, remaja, dan umum. ”Setiap peserta akan dinilai berdasarkan kesesuaian gerak dengan irama, rasa dalam gerakan, dan ketepatan gerak tubuh,” jelasnya.

Agus mengharapkan, budaya pencak silat harus lebih dikenal oleh masyarakat. Karenanya, ia berencana lomba pencak silat akan kembali digelar di Festival Cisadane tahun depan. ”Intinya, budaya silat jangan sampai menghilang,” pungkasnya. (one/asp/sub)