Rombongan TKW yang direpetriasi dari Suriah

DAMASKUS – Dengan ditemani udara dingin yang menusuk tulang, KBRI Damaskus kembali memulangkan (repetriasi) 25 tenaga kerja wanita (TKW) gelombang ke-271) ke Indonesia via Bandara Internasional Damaskus, Senin (25/1/2016) lalu. Para TKW yang dipulangkan ini telah diselesaikan segala permasalahannya. Para TKW yang direpatriasi tersebut sebagian besar berasal dari Jawa Barat, sisanya berasal dari, Jateng, Jatim, NTB, NTT, dan dua orang dari Banten. Dua TKW asal Banten yang dipulangkan yakni Rohinah Nurdin asal Kabupaten Serang dan Rusnayati Bt Ijat Hasan asal Kabupaten Tangerang.

Dengan keberangkatan sebanyak 25 (dua puluh lima) WNI/TKW ini, masih terdapat 28 WNI/TKW di shelter KBRI Damaskus dan masih terus bertambah setiap harinya.
Diketahui, sejak 2012 silam, KBRI Damaskus telah merepatriasi sekitar tiga belas ribu WNI dari Suriah, baik melalui Lebanon maupun Yordania, dalam 271 gelombang. Memperhatikan kondisi keamanan yang berangsur membaik, sejak Oktober 2015, KBRI Damaskus kembali melakukan repatriasi WNI via Bandara Internasional Damaskus.
Pada tahun 2015, KBRI Damaskus telah berhasil memperjuangkan hak dan merepatriasi sebanyak 606 (enam ratus enam) WNI/TKW dalam 20 gelombang. Mencermati tren data dari tahun-tahun sebelumnya, jumlah WNI repatrian dari Suriah terus mengalami penurunan, yakni 4.937 (2012), 5.685 (2013), 1.701 (2014), dan 606 WNI (2015). Bahkan jumlah TKI di shelter Damaskus mencapai pada titik terendah dalam lima tahun terakhir, yaitu kurang dari 30 (tiga puluh orang).
Duta Besar RI di Damaskus, Djoko Harjanto, mengatakan bahwa pemulangan ini merupakan program repatriasi yang telah berlangsung sejak tahun 2011 karena konflik bersenjata yang melanda Suriah.
Sementara Pejabat Protokol Konsuler sekaligus Pejabat Penerangan Sosial Budaya KBRI Damaskus AM Sidqi menambahkan bahwa sebanyak 4 orang dari 25 TKW yang dipulangkan tersebut diduga kuat adalah korban perdagangan orang (TPPO) yang dikirim pasca moratorium penghentian penempatan TKI ke Suriah pada tahun 2011, dengan indikator utama adalah tidak adanya perjanjian kerja atau kontrak kerja, yang antara lain harus menyebutkan negara tujuan, besarnya gaji dan masa berlakunya kontrak/perjanjian kerja.
“KBRI Damaskus masih terus melakukan program repatriasi TKW dari Suriah dan tidak lama lagi akan mengakhiri tahun kelima. Namun disayangkan TKW ilegal masih terus masuk ke Suriah, sehigga program repatriasi ini tidak kunjung selesai.” ujar Sidqi, melalui rilis yang diterima Radar Banten Online, Rabu (27/1/2016). (Qizink)
Berikut daftar nama TKW yang dipulangkan:
1. Ai Bt Iding Idis, Sukabumi;
2. Ana Eliana Bt Baharin Asannudin, Brebes;
3. Casinih Bt Carmin Nasim, Indramayu;
4. Dae Daeni Kurdi, Majalengka;
5. Dwi Hastutik Bt Suharto Karso, Lampung Timur;
6. Endayani Tiasih Hasim, Lombok Tengah;
7. Jumaroh Bt Sujana Carsam, Indramayu;
8. Junita Bt Warsono Casdi, Cirebon;
9. Leti Bt Musa Samita, Cirebon;
10. Lina Kartina Bt Samsuddin Sambu, Sumbawa, NTB;
11. Maemuna Muslim Ahmad, Pringgabaya, Lombok Timur
12. Nenenglina Bt Sukarna Sumanta, Sukabumi;
13. Nurainah Bt Ina Acid, Karawang;
14. Oyati Komhi Tohir, Sukabumi;
15. Rastinah Bt Sentana, Cirebon;
16. Rina Bt Agus Badu, Cianjur;
17. Rohinah Nurdin, Serang Banten;
18. Rumsiti Bt Ramin Usa, Karawang;
19. Rusnayati Bt Ijat Hasan, Tangerang;
20. Sinta Andriani Bt Arifin Said, Bima NTB;
21. Siti Aisah Rakijan, Bojonegoro;
22. Siti Hasanah Bt Kiki Entan, Karawang;
23. Soimah Bt Darus Tarli, Indramayu;
24. Tarsilah Bt Abdul Rohim, Cirebon;
25. Waspen Taskiwan, Indramayu.