Dua Ton Bawang Putih Disebar ke Serang

0
1.129 views
Warga mendatangi operasi pasar bawang putih di Pasar Petir, Kabupaten Serang, Rabu (19/2).

SERANG – Pemkab Serang bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) Serang menyalurkan dua ton bawang putih di Pasar Baros dan Pasar Petir. Bawang putih impor Tiongkok itu dijual dengan harga yang sangat murah kepada masyarakat.

Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang Thohiri mengatakan, penyaluran bawang putih itu merupakan program dari Kementerian Pertanian. Tujuannya, untuk menekan harga bawang putih di pasaran.

Ia mengatakan, dari program tersebut, Kabupaten Serang mendapatkan pasokan bawang putih terbanyak dibanding kabupaten kota lainnya. Yakni, sebanyak dua ton yang dibagikan di Pasar Baros dan Pasar Petir.   

“Di Baros satu ton, di Petir satu ton, setiap warga dibatasi maksimal tiga kilogram,” katanya.

Thohiri mengatakan, harga bawang putih di pasaran sudah mulai turun dari sebelumnya Rp60 ribu per kilogram menjadi Rp50 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga bawang putih Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram. Pada program tersebut, pihaknya menjual bawang putih kepada masyarakat seharga Rp32 ribu per kilogram.

Tingginya harga bawang putih, kata Thohiri, merupakan dampak dari penghentian impor dari Tiongkok oleh pemerintah pusat beberapa pekan lalu. Hal itu untuk menghindari wabah corona yang sedang mewabah di Tiongkok.

Dikatakan Thohiri, Kabupaten Serang masih bergantung pada bawang putih impor khususnya dari Tiongkok. Karena, bawang putih lokal kualitasnya masih rendah karena kondisi cuaca yang tidak cocok.

“Hampir 90 persen itu dari impor semua, kalau lokal sedikit sekali,” ucapnya.

Di Kota Cilegon, operasi pasar digelar di Pasar Blok F, Kecamatan Cilegon. Kepala UPT Pasar Blok F Dani Rachmat menjelaskan, sebulan terakhir harga bawang putih di Pasar Blok mengalami kenaikan. Bahkan, pernah menembus hingga Rp60 ribu per kilogram. 

“Sekarang pedagang jual masih berkisar Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram, normalnya di bawah Rp40 ribu,” ujar Dani.

Menurut Dani, operasi pasar yang digelar kemarin  bagus untuk menekan laju kenaikan harga salah satu komponen bumbu dapur tersebut karena harganya jauh lebih murah, yakni Rp32 ribu per kilogram.

“Yang beli enggak hanya masyarakat biasa, pedagang juga boleh beli, nanti kan dijual lagi lebih murah dari yang biasanya jual,” tuturnya.

ENAM TITIK

Sementara itu, Kepala Satgas Toko Tani Indonesia pada Kementerian Pertanian Marjuki menuturkan, operasi pasar bawang putih tidak hanya dilakukan di Pasar Blok F di Kota Cilegon. Di Banten, setidaknya ada enam titik operasi pasar murah. Yakni, di Pasar Rau, Kota Serang, Pasar Petir Kabupaten Serang, Pasar Lama Kota Serang, Pasar Rangkasbitung Lebak, dan Pasar Baros Kabupaten Serang.

Setiap titik disediakan sebanyak 900 kilogram, tetapi untuk pasar Rangkasbitung Lebak hanya 500 kilogram.  Pasar-pasar tersebut menjadi titik lokasi operasi pasar karena tingginya harga jual dibandingkan dengan daerah lain.

“Dalam rangka menstabilkan harga, kami hadir tidak hanya di wilayah Banten, tapi juga di beberapa wilayah lain seperti Sumatera dan Jambi. Stok bawang putih di gudang saat ini (pusat-red) sangat melimpah, lebih dari 100.000 ton lebih meskipun impor dihentikan,” ujarnya.  (jek-bam/alt/ira)