SERANG – Dua warga jadi korban kejahatan pecah kaca dan gembos ban di Kota Serang. Kali ini korban adalah Asep Nugraha, pegawai Distanak Provinsi Banten dan Joni Iskandar (27), warga Kragilan, Kabupaten Serang.

Asep mengaku kehilangan tas beiris uang sebesar Rp50juta yang disimpan di atas jok tepat di kaca samping kanan mobil dinas Avanza A 1432. Selain uang, Asep juga kehilangan empat buah jam tangan.

Asep mengaku kehilangan uang sebesar Rp50 juta yang disimpan dalam laci dashboard. Uangnya hilang setelah ban mobilnya gembos. “Mobil hanya ditinggal sopir beberapa menit untuk membeli rokok. Ketika kembali ternyata kaca kanan sudah pecah dan uang dalam tas yang disimpan di bawah jok tidak ada,” ungkapnya.

Menurut Asep, uang itu baru saja diambilnya dari Bank BCA Cabang Diponegoro, Kota Serang. Uang tersebut merupakan gaji para pegawai tenaga sukarela (TKS) Distanak Banten yang rencananya harus diberikan awal November ini. Saat kejadian mobil di parkir di sekitar halaman RM Sate Asmawi, Benggala, Kota Serang.

Di saat hampir bersamaan, aksi kejahatan jalanan serupa dialami Joni Iskandar yang mengaku sedang menangani proyek rehab gedung di daerah Tanjung Lengsung, Kabupaten Pandeglang. Menurut Joni, uang yang digasak kawanan maling tersebut baru saja diambil dari Bank BNI Cabang Pisang Mas, Kota Serang.

“Uang proyek itu saya ambil dari Bank BNI dan rencananya akan dibelanjakan buat membeli gypsum,” aku Joni.

Dalam perjalanan pulang, saat berada di jalan Abdul Fatah Hasan korban merasakan ban kendaraan losbak Daihatsu A 8237 Z kempes. Korban segera memarkirkan kendaraannya untuk memeriksa ban. Setelah diperiksa ternyata ban kiri belakang kondisinya gembos.

“Saat itu saya teringat dengan uang yang ada di dashboard. Pas saya periksa, dashboard dalam keadaan terbuka dan uang yang saya simpan dalam amplop tidak ada,” kata Joni.

Baik AKP Arrizal Samelino, Kasat Reskrim Polres Serang maupun Kompol Syahril Minda, Kapolsek Serang membenarkan kejadian tersebut. “Kasusnya masih dalam penyelidikan. Kami mengimbau kepada pemilik kendaraan agar waspada dan tidak meninggalkan uang atau barang berharga dalam kendaraan karena dapat memancing tindak kejahatan,” katanya, Jumat (30/10/2015).(Wahyudin)