Serang – Aksi kejahatan memang kerap tak pandang bulu. Tak peduli siapa pun bisa menjadi korbannya. Aksi pencurian kali ini menimpa dua wartawan harian dan elektronik Provinsi Banten, pagi ini, Sabtu (31/10/2015). Maling berhasil menggasak dua laptop dan satu unit telpon selular pintar milik wartawan di Ruang Press Room Wartawan, Provinsi Banten, Eks Kantor Gubernur Banten, Jalan Brigjen Syam’un, Alun-alun Barat, Kota Serang.

Salah satu korban, Fauzan wartawan Tangsel Pos, menjelaskan kronologis aksi pencurian. Malam tadi, ia masih mengoperasikan laptop dan menggunakan ponsel pintarnya. Ia terjaga sampai sekira pukul 03.30 dini hari. Menjelang tidur, ia matikan laptop, dan meletakkan ponsel di dekat tempat ia tidur.

Pukul 05.30 Wib, ia terbangun karena mendengar gagang pintu dibuka dari luar. Petugas office boy (OB) yang biasa membersihkan Press Room datang. Beberapa saat setelah terbangun, Fauzan tidak menemukan ponsel pintar miliknya. Ia sempat mencari-cari ke sekitar tempat ia tidur.

Ia makin kaget ketika memeriksa bagian meja. Ternyata, laptop miliknya pun telah raib dari atas meja. “Saya cari hapen ternyata laptop juga udah nggak ada,” ujarnya kepada radarbanten.co.id, Sabtu (31/10/2015).

Baru sadar bahwa telah terjadi aksi pencurian, Fauzan pun berusaha menanyakan kepada petugas Satpol PP yang bertugas malam tadi. Mereka tidak bisa memastikan apakah ada orang yang masuk ruang Press Room karena banyak hadirin yang menghadiri pembukaan Festival Film Indonesia (FFI) dan pengunjung pameran seni rupa di lokasi tersebut.

“Posisi pintu nggak dikunci. Karena cuma bisa digembok dari luar. Mereka cuma liat banyak motor terparkir. Dikiranya banyak orang di dalam.”

Korban, lain, Dian Sucitra, mengaku baru mendapat kabar laptop miliknya hilang pagi tadi dari pesan singkat.  “Saya lagidi Tanjung Lesung. Iya sudah tau kalau laptop saya juga hilang,” ujarnya saat dihubungi melalui telpon.

Dian sangat menyayangkan kejadian ini. Ia kecewa karena di dalam laptop miliknya sedang merampungkan naskah novel. “Kalau laptopnya nggak seberapa. Tapi di situ ada tulisan saya. Saya tidak menuduh siapa-siapa, tapi keamanan di Pendopo harus lebih ditingkatkan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, kejadian ini belum dilaporkan kepada pihak kepolisian. Rencananya, siang ini, salah satukorban, Fauzan, akan mendatangi Sat Reskrim Polres Serang melaporkan aksi pencurian. (Wahyudin)