Dua Zona Merah Enam Oranye di Banten

0
768 views

SERANG – Seluruh wilayah di Provinsi Banten yang sempat zona kuning, kini berubah menjadi oranye, kecuali Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang yang sudah zona merah. Saat ini juga terjadi kenaikan kasus di Kota Cilegon dan Kabupaten Lebak.

Wakil Gubernur Andika Hazrumy mengatakan, penyebaran Covid-19 di Banten tak hanya perlu diwaspadai di wilayah Tangerang Raya. “Tapi di lima kabupaten kota lainnya juga harus mendapat penanganan dengan konsentrasi tinggi,” ujar Andika, kemarin.

Kata Andika, pihaknya berusaha semaksimal mungkin agar kondisi kewilayahan di Banten  dapat dipertahankan dengan baik. Saat ini, Banten masih masuk kategori rentan penyebaran covid-19 karena tidak ada kabupaten kota yang masuk zona hijau.

Politikus Partai Golkar ini mengatakan, seluruh zona di Banten rentan. Untuk itu, masyarakat harus disiplin. “Saya yakin pemerintah kabupaten kota, TNI, dan Polri sudah berupaya maksimal,” ujar Andika. 

Kata dia, kerentanan wilayah tersebut menyebabkan meningkatnya jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19, terutama di Kabupaten Lebak dan Kota Cilegon. “Itu terjadi karena adanya kelonggaran akses transportasi,” tuturnya.

Kata dia, pemerintah pusat dan daerah sudah memberi kelonggaran untuk memulihkan ekonomi baik daerah maupun nasional.   Untuk itu, pengetatan akses masuk ke Banten untuk mencegah penyebaran virus bukan hal yang mudah dilakukan karena perlu ada koordinasi dengan daerah tetangga seperti Pemprov DKi Jakarta dan Jawa Barat.

Andika mengatakan, selain pengetatan akses masuk ke Banten pencegahan yang paling ampuh penyebaran Covid-19 adalah meningkatkan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan. “Salah satu pencegahannya adalah masyarakat harus patuh. Seluruh stakeholder melakukan pengetatan protokol kesehatan di terminal, stasiun, maupun pelabuhan,” ujarnya.

Kata dia, untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, Pemprov Banten telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 38 Tahun 2020. Produk hukum itu telah berlaku sehingga para pelanggar bisa dikenakan sanksi. “Inti dari Pergub itu adalah untuk mengedukasi masyarakat agar mereka menjaga dirinya sendiri dan keluarganya,” tegasnya.

Andika mengatakan, masyarakat harus sadar dan melindungi dirinya sendiri dengan protokol kesehatan. Ada 3M yang harus diterapkan yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengimbau, masyarakat untuk melakukan apa yang diimbau pemerintah. Hal itu penting dilakukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan dalam upaya memercepat penurunan angka Covid-19.

Ati mengimbau masyarakat keluar rumah hanya untuk hal yang penting saja. Apabila terpaksa keluar rumah, maka harus menerapkan protokol kesehatan.

Informasi yang dihimpun dari situs infocorona.bantenprov.go.id, kasus konfirmasi covid-19 di Banten hingga 2 September terdapat 2.844. Dari jumlah tersebut, 556 masih dirawat, 2.151 sembuh, dan 137 meninggal.

Jumlah itu terdiri dari Kota Tangerang dengan 689 sembuh, 145 masih dirawat, dan 52 meninggal; Kota Tangerang Selatan 647 sembuh, 105 masih dirawat, dan 47 meninggal; Kabupaten Tangerang 561 sembuh, 145 masih dirawat, dan 21 meninggal; dan Kabupaten Lebak 28 sembuh, 25 masih dirawat, dan dua meninggal.

Berikutnya, Kota Cilegon 71 sembuh, 65 masih dirawat, dan 5 meninggal; Kota Serang 42 sembuh, 34 masih dirawat, dan 4 meninggal; Kabupaten Serang 90 sembuh, 23 masih dirawat, dan 3 meninggal; dan di Kabupaten Pandeglang 23 sembuh, 14 masih dirawat, dan 3 meninggal.

Ati mengatakan, berubahnya zona seluruh wilayah di Banten hasil evaluasi penilaian 15 indikator Covid-19. Akibatnya, terjadi perubahan zona delapan kabupaten kota. Di Banten, ada dua zona merah yakni Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang. Sedangkan, enam wilayah lainnya zona oranye. “Tidak terkendalinya mobilitas masyarakat dan menurunnya kesadaran masyarakat dalam disiplin penerapan protokol kesehatan,” ujarnya.

CILEGON TERANCAM LOCKDOWN

Di Kota Cilegon, kantor organisasi perangkat daerah (OPD) yang tutup  terus bertambah. Saat ini, sudah ada empat kantor yang tutup yaitu Dinsos, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD), dan Dinkes.

Walikota Cilegon Edi Ariadi kembali akan mengeluarkan kebijakan tegas. Antara lain  memoratorium izin keramaian, seluruh pegawai Pemkot rapid test, mall kembali ditutup, car free day ditinjau ulang, menutup tempat hiburan malam, serta menginstruksikan seluruh kecamatan untuk mengevaluasi dan menghentikan kegiatan yang melibatkan orang banyak.

“WFH (work from home-red) juga harus, hari ini lima orang (positif Covid-19), kemarin 15 orang, adan anak umur lima tahun lagi,” ujar Edi usai rapat evaluasi bersama seluruh kepala OPD, camat, dan lurah se Kota Cilegon, Rabu (2/9).

Edi mengaku telah menginstruksikan seluruh OPD yang berwenang untuk menindaklanjuti seluruh keputusan itu. “Polisi dan TNI akan turun membantu untuk menegakan Perwal 40 tahun 2020 tentang Disiplin Protokol Kesehatan itu. Saya juga meminta kecamatan untuk ada reaksinya,” kata Edi.

Plt Kepala Dinkes Dana Sujaksani menjelaskan, banyak ASN Pemkot Cilegon yang terpapar Covid-19 serta melonjak kasus menjadi evaluasi Walikota. Berdasarkan evaluasi, kegiatan yang berpotensi menciptakan kerumunan baik oleh pemerintah maupun masyarakat harus dihentikan.

TANGERANG RAYA

Kabupaten dan Kota Tangerang kembali masuk zona merah Covid-19. Padahal sebelumnya, Kota Tangerang dan  Kabupaten Tangerang  pernah memasuki fase keluar dari zona merah.

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengakui wilayahnya masuk zona merah. Dia mengaku masih memertimbangkan kebijakan jam malam. Salah satu pertimbangannya melihat perilaku masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Jika masyarakat mematuhi protokol kesehatan, maka jam malam tidak akan diterapkan. Tetapi jika tidak (tidak patuh-red), Pemkot siap memberlakukannya,” kata Arief.

Pria lulusan salah satu universitas di Amerika ini juga meminta pemilik rumah makan dan pusat keramaian menerapkan protokol kesehatan. Jika tidak bisa mengatur pengunjungnya, jam operasional akan dibatasi.

Sementara Pemkab Tangerang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap kedelapan sebagai langkah menekan penyebaran virus di masyarakat. Pada pembatasan sosial kali ini, pemerintah tidak memberikan relaksasi atau pelonggaran terhadap aktivitas ekonomi maupun sosial di masyarakat.

Sekda Kabupaten Tangerang Moch.Maesyal Rasyied mengatakan, sudah dilakukan rapat evaluasi penerapan PSBB dengen melibatkan kepolisian dan TNI. Ia menerangkan, hasil evaluasi perlu upaya ekstra untuk menurunkan tingkat sebaran kasus. “Pasien yang terkonfirmasi merupakan orang tanpa gejala (OTG). Hingga saat ini pemerintah terus melakukan monitoring ketersediaan kamar di semua fasilitas kesehatan. Kita lakukan agar pasien OTG dapat melakukan isolasi di fasilitas kesehatan agar tidak menyebar kemana-mana,” ujarnya.

Dari data yang dihimpun, tercatat tiga kecamatan dengan kasus tertinggi covid. Yakni, Curug dengan 25 kasus, Pasarkemis terdapat 18 kasus dan Kelapadua terkonfirmasi 17 kasus. Secara keseluruhan tercatat 727 kasus terpapar covid. Dimana 561 orang sembuh dan 21 orang dinyatakan meninggal dunia.

Dari Tangsel, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengingatkan pentingnya kewaspadaan. Dia mengaku masih mengkaji kemungkinan penerapan jam malam di Tangsel. (nna-bam-rbnn/asp/alt)