Ilustrasi

SOLO – Menjelang perayaan Idul Fitri 1437 Hijriah, Mapolresta Surakarta digegerkan dengan serangan bom bunuh diri oleh orang tak dikenal (OTK), Selasa (5/7) sekitar pukul 07.15 WIB.

Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, pihaknya belum mengetahui motif serangan tersebut. Namun, yang pastinya serangan tersebut benar adanya.

“Iya benar. Kejadian di Mapolresta Surakarta,” ujar Martinus saat dikonfirmasi.

Martinus menerangkan, kecuali pelaku bom bunuh diri, tidak ada korban jiwa. Saat ini, pihak Polres Surakarta tengah menyelidiki kasus bom bunuh diri tersebut.

Ia menceritakan, saat itu pelaku menggunakan sepeda motornya memasuki area Mapolres Surakarta. Belum juga berhenti, petugas Provos mencoba mengejar pelaku karena memasuki Mapolres Surakarta tanpa izin.

“Provos Bripka inisial BA mengejar pengendara motor tersebut, tepat di depan SPKT secara tidak diduga, suara ledakan keras berasal dari badan pengendara motor tersebut sehingga mengenai bagian muka BA,” ujar Martinus dilansir JPNN.com.

Martinus menjelaskan, selisih waktu antara pengendara masuk ke dalam area Mapolres Surakarta sangat singkat. Sehingga kejadian dimulainya pelaku masuk, sampai ledakan terjadi, diperkirakan hanya satu menit.

“Pelaku bom bunuh diri meninggal di tempat, Bripka BA mengalami luka di muka, dan kerugian materi hanya pada sepeda motor milik pelaku,” terang Martinus.

Martinus melanjutkan, saat ini pihak Polres Surakarta tengah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Martinus belum mau berkomentar banyak mengenai motif serangan ini, karena proses penyelidikan sedang berlanjut.(mg4/JPNN)