TKI yang dipulangkan dari Suriah.

JAKARTA – Keduataa Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus kemarin kembali melakukan repatriasi WNI/tenaga kerja Indonesai (TKI) sebanyak 32 (tiga puluh dua) orang via Bandara Internasional Damaskus. Para TKW yang direpatriasi tersebut sebagian besar berasal dari Jawa Barat, sisanya berasal dari Jateng, Jatim, Sulawesi dan NTB yang berhasil dipulangkan setelah segala permasalahan dan hak-haknya dengan majikan telah diselesaikan. Dari 32 TKI yang dipulangkan tersebut tujuh orang di antaranya berasal dari Provinsi Banten.

Repatriasi kali ini didampingi oleh staf Konsuler KBRI Damaskus Munawwar Juanan Raden. Dengan keberangkatan sebanyak 32 TKI ini, masih terdapat 25 WNI/TKW di shelter KBRI Damaskus. Jumlah itu masih terus bertambah setiap harinya.

Duta Besar RI di Damaskus Djoko Harjanto menegaskan bahwa pemulangan atau repatriasi ini merupakan program yang telah berlangsung sejak tahun 2011 karena situasi keamanan di Suriah yang sangat mengkhawatirkan dan tidak mungkin kontrak kerjanya diperpanjang lagi.

Sementara Pejabat Protokol Konsuler sekaligus Pejabat Penerangan Sosial Budaya AM Sidqi menambahkan bahwa dari 32 TKW yang dipulangkan tersebut terdapat sebanyak 9 WNI korban perdagangan orang (TPPO) yang telah diperjuangkan pemulangannya setahun terakhir.

“Korban perdagangan manusia tetap masuk ke Suriah, karena Pemerintah Suriah tidak mengakui penghentian pengiriman TKI ke Suriah. Para korban dikirim ke Suriah tanpa kontrak, dokumen, dan prosedur yang legal,” ujar Sidqi, melalui rilis yang diterima radarbanten online, Selasa (23/2/2016). (TB A Fauzi)

Berikut daftar nama repatrian:

1. Aas Sa Aroh Bt Rasman Mail, Serang Banten;
2. Amah Bt Jarsani Isna, Majalengka;
3. Cempauk Bt Husin Muhamad Ali, Sumbawa NTB;
4. Dasih Bt Enim Asim, Karawang;
5. Dasiyah Bt Darwis Riban, Serang Banten;
6. Elis Solihat Bt Aip Amad, Bandung Jabar;
7. Enjum Bt Aming Benjol, Tangerang Banten;
8. Ernawati Bt Sobari Wardi, Cirebon;
9. Juju Juhartini Bt Suwoyo Sueb, Indramayu;
10. Komariah Bt Rosim Tajum, Karawang;
11. Kurniyati Bt Munasip, Mataram;
12. Mastari Bt Muhamad Sana, Sumbawa NTB;
13. Munayah Bt Wasmin Samian, Indramayu;
14. Nining Bt Sahali Jeber, Cirebon;
15. Nunung Bt Saju Ata, Karawang;
16. Nurcahyawati Bt Santa Darpi, Banten;
17. Nurhalimah Salim, Brebes;
18. Rasti Bt Warsita Iwan, Tangerang Banten;
19. Ratih Bt Amran Kartawi, Cirebon;
20. Rini Bt Sarji Salam, Karawang;
21. Rosih Bt Amad Maian, Karawang;
22. Safiyah Residin, Serang Banten;
23. Santi Bt Asaran Uji, Sigi Sulteng;
24. Sartikah Bt Suhara Durahmi, Majalengka;
25. Siti Rohana Bt Ahmad Marliat, Jepara;
26. Sri Melani Bt Ismail Gazali, Lombok Barat NTB;
27. Sukma Bt Ismail Polo, Barru Sulsel;
28. Sutinih Bt Kastiman Adris, Indramayu;
29. Utijah Bt Raman Sari, Subang;
30. Uun Pidiawati Bt Tanyar Engkos, Indramayu;
31. Amsah Bt Anwar Kaderi, Banten;
32. Wati Binti Masita Muhamad, Cirebon